![]() |
| ekonomi kaltim |
Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menyatakan pembangunan IKN telah memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timur. Selain membangun infrastruktur dan kawasan pemerintahan baru, proyek strategis nasional tersebut dinilai mampu menggerakkan aktivitas ekonomi, menarik investasi, serta menciptakan efek berganda bagi daerah sekitar. Berdasarkan kajian dampak ekonomi pembangunan IKN Tahap I periode 2022–2024, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sebagai wilayah inti pembangunan mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 19,9 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan kabupaten dan kota lainnya di Kalimantan Timur. Sementara itu, secara regional, pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalimantan Timur juga tercatat 3,7 persen lebih tinggi dibandingkan provinsi lain di Pulau Kalimantan.
IKN bukan sekadar kumpulan gedung yang sedang tumbuh. Tapi merupakan denyut nadi yang mulai merambat, mengalirkan kehidupan baru ke setiap sudut tanah yang disentuhnya. Perkembangan pembangunan di sana terus menjalin ikatan tak terputus antara wilayah inti dan daerah penyangga, antara rencana besar dan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Pertengahan Juli 2026, sebuah perusahaan penanaman modal asing pertama memulai pembangunan fisik. Perusahaan itu resmi meletakkan fondasi proyek kawasan terpadu senilai Rp1,25 triliun di Sub Wilayah Pengembangan 1B Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN. Di lahan seluas 15.501 meter persegi yang terletak persis di jantung kawasan pemerintahan, proyek yang dikerjasamakan dengan mitra asal Tiongkok ini akan menghadirkan hunian, tempat usaha, dan ruang kerja yang dirancang sejalan dengan prinsip kelestarian alam Nusantara. Apartemen dengan beragam ukuran unit, restoran yang menyajikan keragaman rasa, area ritel yang hidup, serta ruang terbuka hijau yang menyejukkan, disusun menjadi satu kesatuan yang tak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal atau beraktivitas, melainkan juga cerminan wajah kota baru yang ramah dan berkelanjutan.
Dampak kehadiran ibu kota baru tak berhenti pada deretan bangunan yang menjulang di kawasan inti IKN. Dampaknya terus bergerak hingga daerah lain di sekitarnya, seperti Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang sebagian besar wilayahnya menjadi tempat berdirinya Kota Nusantara. Secara keseluruhan, hingga pertengahan Juli 2026, realisasi pendapatan asli daerah dari sektor pajak telah menyentuh angka Rp34 miliar atau 30,48 persen dari total target Rp112,2 miliar. Jika digabung dengan sasaran retribusi daerah sebesar Rp81 miliar, Pemerintah Kabupaten PPU menargetkan total pendapatan asli daerah mencapai Rp210,9 miliar pada akhir tahun ini.
Sementara hingga saat ini, Kalimantan Timur tetap menjadi lokomotif utama yang menyerap energi pembangunan paling besar dari IKN, sekaligus menjadi contoh bagaimana sebuah perubahan besar mampu mengubah peta pertumbuhan ekonomi sebuah pulau secara menyeluruh.
sumber berita: konstruksi-media, antara
IKN bukan sekadar kumpulan gedung yang sedang tumbuh. Tapi merupakan denyut nadi yang mulai merambat, mengalirkan kehidupan baru ke setiap sudut tanah yang disentuhnya. Perkembangan pembangunan di sana terus menjalin ikatan tak terputus antara wilayah inti dan daerah penyangga, antara rencana besar dan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Pertengahan Juli 2026, sebuah perusahaan penanaman modal asing pertama memulai pembangunan fisik. Perusahaan itu resmi meletakkan fondasi proyek kawasan terpadu senilai Rp1,25 triliun di Sub Wilayah Pengembangan 1B Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN. Di lahan seluas 15.501 meter persegi yang terletak persis di jantung kawasan pemerintahan, proyek yang dikerjasamakan dengan mitra asal Tiongkok ini akan menghadirkan hunian, tempat usaha, dan ruang kerja yang dirancang sejalan dengan prinsip kelestarian alam Nusantara. Apartemen dengan beragam ukuran unit, restoran yang menyajikan keragaman rasa, area ritel yang hidup, serta ruang terbuka hijau yang menyejukkan, disusun menjadi satu kesatuan yang tak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal atau beraktivitas, melainkan juga cerminan wajah kota baru yang ramah dan berkelanjutan.
Dampak kehadiran ibu kota baru tak berhenti pada deretan bangunan yang menjulang di kawasan inti IKN. Dampaknya terus bergerak hingga daerah lain di sekitarnya, seperti Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang sebagian besar wilayahnya menjadi tempat berdirinya Kota Nusantara. Secara keseluruhan, hingga pertengahan Juli 2026, realisasi pendapatan asli daerah dari sektor pajak telah menyentuh angka Rp34 miliar atau 30,48 persen dari total target Rp112,2 miliar. Jika digabung dengan sasaran retribusi daerah sebesar Rp81 miliar, Pemerintah Kabupaten PPU menargetkan total pendapatan asli daerah mencapai Rp210,9 miliar pada akhir tahun ini.
Sementara hingga saat ini, Kalimantan Timur tetap menjadi lokomotif utama yang menyerap energi pembangunan paling besar dari IKN, sekaligus menjadi contoh bagaimana sebuah perubahan besar mampu mengubah peta pertumbuhan ekonomi sebuah pulau secara menyeluruh.
sumber berita: konstruksi-media, antara












