![]() |
| sektor perumahan di balikpapan |
Bank Indonesia (BI) memperkirakan permintaan rumah di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur sebagai salah satu kota terdekat dengan ibu kota negara baru Indonesia berpotensi meningkat pada 2026, dengan kelanjutan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Kepala Perwakilan BI Kota Balikpapan, Robi Ariadi:
Kendati pasar residensial bergerak lebih pelan dibanding tahun-tahun sebelumnya, minat terhadap rumah tapak tidak hilang, lanjut dia, rumah tipe besar mencatat penjualan yang lebih baik pada akhir 2025. Catatan itu menunjukkan adanya segmen pembeli yang tetap aktif, terutama masyarakat yang membutuhkan ruang lebih luas atau memiliki kemampuan pembiayaan lebih kuat. Penyaluran KPR di Kota Balikpapan mencapai Rp4,97 triliun pada akhir 2025, jelas dia, menjadikan KPR sebagai cara utama masyarakat memiliki rumah dengan porsi 78 persen dari total transaksi.
Hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan menunjukkan terjadinya perlambatan pasar yang kontras: harga jual rumah baru terus merangkak naik, namun volume transaksi penjualan justru anjlok ke titik terendah dalam dua tahun terakhir.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Balikpapan, Robi Ariadi, mengatakan, Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) agregat pada triwulan I-2026 tercatat berada di level 107,67. Angka ini mencerminkan kenaikan harga tahunan sebesar 1,44 persen year-on-year (yoy), tumbuh jauh lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya yang hanya sebesar 0,43 persen (yoy).
Sepanjang triwulan I-2026, jumlah rumah baru yang berhasil terjual di Balikpapan hanya mencapai 72 unit. Realisasi ini merosot hingga 55,56 persen (yoy) jika dibandingkan dengan performa triwulan I-2025 yang mampu mencatatkan penjualan sebanyak 162 unit.
sumber berita: antara, kompas
Kepala Perwakilan BI Kota Balikpapan, Robi Ariadi:
Pembangunan IKN berlanjut tahap dua dan aktivitas industri yang mulai bergerak meningkatkan mobilitas pekerja diperkirakan memberi dorongan tambahan bagi pasar perumahan. Porsi penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) masih dominan, dinilai pembiayaan perumahan tetap menjadi salah satu penopang penting bagi pasar properti Balikpapan
Kendati pasar residensial bergerak lebih pelan dibanding tahun-tahun sebelumnya, minat terhadap rumah tapak tidak hilang, lanjut dia, rumah tipe besar mencatat penjualan yang lebih baik pada akhir 2025. Catatan itu menunjukkan adanya segmen pembeli yang tetap aktif, terutama masyarakat yang membutuhkan ruang lebih luas atau memiliki kemampuan pembiayaan lebih kuat. Penyaluran KPR di Kota Balikpapan mencapai Rp4,97 triliun pada akhir 2025, jelas dia, menjadikan KPR sebagai cara utama masyarakat memiliki rumah dengan porsi 78 persen dari total transaksi.
Hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan menunjukkan terjadinya perlambatan pasar yang kontras: harga jual rumah baru terus merangkak naik, namun volume transaksi penjualan justru anjlok ke titik terendah dalam dua tahun terakhir.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Balikpapan, Robi Ariadi, mengatakan, Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) agregat pada triwulan I-2026 tercatat berada di level 107,67. Angka ini mencerminkan kenaikan harga tahunan sebesar 1,44 persen year-on-year (yoy), tumbuh jauh lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya yang hanya sebesar 0,43 persen (yoy).
Sepanjang triwulan I-2026, jumlah rumah baru yang berhasil terjual di Balikpapan hanya mencapai 72 unit. Realisasi ini merosot hingga 55,56 persen (yoy) jika dibandingkan dengan performa triwulan I-2025 yang mampu mencatatkan penjualan sebanyak 162 unit.
sumber berita: antara, kompas












