Friday, October 30, 2026

Menikmati Manisnya Pajak IKN: Berkah Sesaat atau Lompatan Jangka Panjang?

 

kal
pembangunan jalan tol ikn

Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara kini tidak lagi sekadar menjadi cetak biru di atas kertas. Proyek raksasa ini telah menjelma menjadi magnet ekonomi baru yang secara nyata mengubah lanskap fiskal Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Dalam kunjungannya ke Sepaku pada Juli 2026, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati D Djojohadikusumo, menegaskan visi besar ini. Beliau menyatakan bahwa IKN diproyeksikan tidak hanya berfungsi sebagai pusat pemerintahan, melainkan sebagai pemantik pertumbuhan ekonomi baru di Kalimantan dan kawasan timur Indonesia. Harapannya, sebuah efek pengganda (multiplier effect) akan tercipta demi pemerataan pembangunan nasional.

Harapan tersebut perlahan mulai terjustifikasi melalui angka-angka. Indikator paling kasat mata dari geliat ekonomi ini dapat dilihat pada lonjakan kas negara yang bersumber dari sektor perpajakan di Bumi Etam.

Jika menilik catatan ke belakang, sinyal positif ini sudah terbaca sejak pertengahan tahun. Berdasarkan publikasi APBN Kita Regional Kaltim periode Mei 2026, pendapatan negara di wilayah ini terdongkrak hingga Rp8,914 triliun. Menariknya, penopang utama dari kinerja tersebut adalah lonjakan luar biasa pada penerimaan pajak dalam negeri yang tumbuh melesat 35,28 persen secara tahunan (year-on-year) hingga mencapai Rp6,545 triliun. Pada periode yang sama, APBN juga telah menggelontorkan belanja modal sebesar Rp3,168 triliun yang mayoritasnya dikucurkan untuk infrastruktur krusial seperti jalan bebas hambatan pendukung akses IKN.

Tren akselerasi ini terus terjaga dan terakumulasi hingga kuartal ketiga. Memasuki akhir September 2026, performa impresif perpajakan Kaltim kian tidak terbendung dengan menembus angka Rp12,69 triliun, atau tumbuh positif 5,83 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Setoran pajak ini pun sukses menjadi mesin utama dari total pendapatan negara di Kaltim yang secara agregat membukukan Rp17,95 triliun.

Namun, di balik kegembiraan atas "manisnya" setoran triliunan rupiah tersebut, sebuah pertanyaan besar patut diajukan: Apakah lonjakan ini adalah lompatan struktur ekonomi jangka panjang, atau sekadar berkah sesaat (windfall) akibat masifnya proyek fisik?

Kepala Kantor Kanwil DJPb Provinsi Kaltim, Tjahjo Purnomo, sempat memberikan catatan teknis yang penting untuk digarisbawahi. Menurutnya, pertumbuhan impresif pajak dalam negeri ini salah satunya dipengaruhi oleh faktor tidak berulangnya restitusi pajak dalam jumlah besar pada periode sebelumnya. Penjelasan ini mengonfirmasi bahwa pertumbuhan yang terjadi saat ini masih bercampur dengan normalisasi pos keuangan, selain karena dorongan aktivitas riil di lapangan.

Di sisi lain, tidak dapat dimungkiri bahwa stimulus terbesar saat ini datang dari belanja modal pemerintah pusat yang mengalir deras untuk konstruksi jalan tol, gedung, dan fasilitas dasar IKN. Jenis pendapatan pajak yang lahir dari aktivitas seperti ini umumnya bersifat transaksional dan melekat pada durasi kontrak proyek. Ketika masa konstruksi masif ini selesai dan pusat pemerintahan telah sepenuhnya beroperasi, akankah aktivitas ekonomi di luar sektor pemerintahan mampu mempertahankan ritme setoran pajak sedahsyat hari ini?

Di sinilah letak tantangan sesungguhnya bagi Kalimantan Timur dan Otorita IKN. Agar manisnya pajak ini tidak menjadi berkah musiman yang habis seiring selesainya proyek fisik, IKN harus benar-benar mampu merealisasikan perannya sebagai pusat distribusi baru dan penguat sistem logistik nasional. Efisiensi jalur tol dan transportasi yang dibangun saat ini harus mampu memangkas biaya logistik ke wilayah timur Indonesia, sehingga memicu lahirnya sentra-sentra industri baru yang mandiri di sekitar ibu kota.

Jika IKN berhasil bertransformasi dari sekadar "proyek bangunan" menjadi ekosistem smart forest city yang hidup, mendorong pariwisata lokal, serta menumbuhkan sektor swasta non-konstruksi, maka lonjakan triliunan rupiah saat ini akan menjadi pondasi lompatan ekonomi jangka panjang. Namun, jika kegagalan integrasi industri pasca-konstruksi terjadi, kita hanya sedang merayakan pesta pora fiskal sementara. Pilihan ada pada sejauh mana komitmen keberlanjutan investasi dikawal mulai hari ini.

sumber bacaan: antara, kompas, arus-bawah

Wednesday, October 28, 2026

Agar Warga Lokal Tak Sekadar Menonton Pembangunan IKN

 

ikn
sokonan pnm kepada umkm di ikn

Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) sering kali dilihat dari kemegahan infrastruktur fisik dan gedung-gedung pemerintahan yang mulai berdiri tegak di Kalimantan Timur. Namun, ujian sejati dari keberhasilan megaproyek ini adalah sejauh mana masyarakat lokal mampu menjadi aktor utama di tanah mereka sendiri. Agar warga setempat tidak sekadar menjadi penonton pasif di tengah arus modernisasi, Otorita IKN (OIKN) melalui Kedeputian Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat bergerak cepat menata ekosistem ekonomi kerakyatan melalui penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Strategi ini bertumpu pada dua pilar utama yang saling mengunci: jaminan legalitas hukum dan keterbukaan akses permodalan.

Langkah awal untuk menyeret pelaku usaha lokal ke dalam roda perputaran ekonomi IKN adalah dengan menertibkan administrasi dan memberikan perlindungan hukum. Dalam sosialisasi di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) pada pertengahan Oktober 2026, Direktur Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Conrita Ermanto, mengingatkan pentingnya kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi UMKM. Langkah ini bukan sekadar urusan birokrasi, melainkan tameng perlindungan bagi pekerja sekaligus "paspor resmi" bagi UMKM lokal untuk bisa naik kelas dan menembus pasar komersial yang lebih luas di ibu kota baru. Kepatuhan regulasi ini menjadi fondasi awal agar produk lokal diakui secara legal dan berdaya saing tinggi.

Kendati demikian, tertib hukum saja tidak akan berbunyi tanpa adanya suntikan finansial yang memadai. Sadar bahwa keterbatasan modal sering kali menjadi tembok penghalang bagi warga lokal, Otorita IKN memperluas sinergi dengan menggandeng PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Penjajakan kerja sama yang dibahas langsung oleh Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono dan Komisaris Utama PNM Dradjad Hari Wibowo pada Agustus 2026 ini berfokus pada intervensi pendanaan mikro. Kehadiran PNM dengan program-program seperti Mekaar yang menyasar kelompok perempuan pelaku usaha ultra mikro, menjadi angin segar untuk memperkuat ekonomi keluarga di wilayah delineasi IKN. Melalui pendampingan modal yang melekat, pelaku usaha lokal dibimbing agar tidak kalah saing dengan kapital besar yang mulai berdatangan.

Pada akhirnya, perpaduan antara perlindungan legalitas dari pemerintah dan sokongan finansial dari lembaga pembiayaan menjadi jawaban konkret atas kekhawatiran marjinalisasi masyarakat lokal. Dengan NIB di tangan dan modal yang sehat di perputaran usaha, UMKM lokal kini memiliki posisi tawar untuk masuk ke dalam rantai pasok utama IKN. Pembangunan IKN harus membuktikan bahwa transformasi ibu kota baru adalah cerita tentang tumbuh bersama, di mana warga lokal berdiri tegak sebagai pemilik dan penggerak ekonomi, bukan sekadar penonton di pinggir jalan tol kemajuan.

sumber bacaan: media-indonesia, kompas

Tuesday, October 27, 2026

Sinergi Fisik dan Tata Tertib: Kunci Kelancaran Arus Mudik Nataru di Ibu Kota Nusantara

 

tol
apeloperasi patuh 2026

Persiapan infrastruktur menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) terus menunjukkan progres signifikan demi menyambut lonjakan mobilitas masyarakat. Menyongsong periode libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru), akses Tol Segmen 3A2 dan Ramp 2 direncanakan bakal dibuka secara fungsional terbatas. Langkah taktis ini diambil untuk mengantiipasi kepadatan arus lalu lintas dan memotong jalur memutar yang selama ini menjadi kendala teknis di lapangan. Pihak kontraktor terus mematangkan pekerjaan fisik di jalur kritis tersebut demi menjamin kenyamanan para pengguna jalan selama masa liburan akhir tahun.

Hadirnya inovasi konektivitas ini membawa perubahan besar bagi efisiensi perjalanan, khususnya dari arah Samarinda. Sebagai perbandingan, pada periode Nataru tahun lalu, pengguna jalan dari Samarinda terpaksa harus keluar terlebih dahulu melalui Gerbang Tol Manggar, lalu masuk kembali lewat Gerbang Tol Km. 8 untuk menuju IKN. Pola perjalanan yang memutar tersebut kini dipangkas berkat tersambungnya jalur Ramp 2. Proyek Segmen 3A2 yang digarap oleh PT Hutama Karya bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) ini fokus menjaga kualitas mutu dan aspek keselamatan. Sementara itu, untuk Segmen 5B yang jalurnya sudah rampung 100 persen, kini tengah memasuki fase Provisional Hand Over (PHO) sebagai opsi jalur alternatif bagi masyarakat dari Balikpapan maupun Samarinda menuju Simpang Riko.

Namun, kelancaran arus mudik Nataru tidak hanya bertumpu pada kesiapan fisik jalan tol semata, melainkan juga pada kesadaran dan tata tertib para penggunanya. Sebagai langkah awal membangun budaya berkendara yang aman sebelum lonjakan akhir tahun terjadi, Polresta IKN mendorong pengendara utamakan keselamatan di jalan melalui pelaksanaan Operasi Patuh Mahakam 2026. Operasi ini menjadi fondasi penting untuk meningkatkan kedisiplinan berlalu lintas secara dini. Melalui sinergi kuat antara percepatan infrastruktur yang efisien dan pengawasan tata tertib yang humanis dari aparat kepolisian, pembukaan jalur fungsional baru di IKN diharapkan mampu mewujudkan mobilitas Nataru yang tidak hanya lancar, tetapi juga aman dan berkeselamatan bagi seluruh masyarakat.

sumber bacaan: detik, bisnis, rri

Monday, October 26, 2026

IKN Dihantam 309 Karhutla, Begini Kondisi Terkininya!

 

kar
kondisi terkini

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi tantangan serius dalam proses pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Terhitung sejak 10 Juli hingga 18 Oktober 2026, Otorita IKN (OIKN) mencatat sebanyak 309 kejadian karhutla melanda kawasan delineasi IKN.

Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna Asnawati Safitri, mengungkapkan bahwa mayoritas titik api terkonsentrasi di kawasan hutan dan area konsesi usaha.

"Sebagian besar kejadian berada di dalam kawasan hutan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto dengan luas terdampak sekitar 994 hektar, serta area konsesi perusahaan seluas kurang lebih 170 hektar," ujar Myrna kepada Kompas.com, Senin (19/10/2026).

Meski akumulasi kejadian cukup tinggi selama periode musim kemarau, Myrna memastikan situasi di lapangan kini mulai terkendali. Tren penurunan jumlah kejadian karhutla di wilayah IKN bahkan sudah terpantau signifikan sejak minggu keempat September.

Sebagai langkah taktis pengendalian, OIKN telah membagi wilayah delineasi IKN menjadi tujuh klaster.

"Dari ketujuh klaster itu ditemukan beberapa kejadian karhutla, termasuk klaster yang berdekatan dengan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Ada beberapa titik seperti yang berada di sekitar jalan tol baru yang kemarin juga sempat mengalami kebakaran," jelas Myrna.

Kendati demikian, ia menegaskan seluruh kejadian kebakaran tersebut telah ditangani dengan cepat. Dari total area yang terdampak, hampir seluruh titik api berhasil diatasi dengan baik.

"Data terakhir kami per kemarin menunjukkan hanya tersisa sekitar 6,5 hektar lahan yang masih dalam proses pemadaman. Kami akan mengecek kembali status tersebut sore ini. Namun secara keseluruhan, 99,5 persen dari area yang terbakar sudah berstatus padam," pungkasnya.

sumber bacaan: kompas, jawapos

Sunday, October 25, 2026

IKN Bertahta Bintang: Pesona Magis IKN dari Udara Malam

 

bin
pesona malam di ikn

Malam hari sering kali menjadi waktu terbaik untuk menyaksikan denyut nadi dan pesona sejati dari sebuah kota modern. Hal inilah yang tecermin dengan sangat memukau melalui potret perdana Ibu Kota Nusantara (IKN) dari udara di waktu malam. Melalui dokumentasi terbaru yang dibagikan oleh Otorita IKN, tanah Kalimantan Timur kini tidak lagi sekadar menyimpan senyap hutan, melainkan telah menjelma menjadi panggung pertunjukan visual yang spektakuler. Dipandang dari ketinggian, kawasan pusat pemerintahan baru Indonesia ini tampak terang benderang dan gemerlap bak lautan bintang yang jatuh di tengah rimbunnya belantara.

Keindahan malam di IKN bukan sekadar tentang estetika lampu kota, melainkan sebuah harmoni visual yang memancarkan optimisme masa depan. Deretan gedung bertingkat yang mulai menjulang kokoh memancarkan pendar cahaya arsitektural yang megah. Kilau lampu dari kawasan hunian dan bentangan jalanan yang tertata rapi menciptakan garis-garis cahaya yang membelah kegelapan malam, menegaskan karakter IKN sebagai kota modern yang terstruktur dan dinamis. Di antara gemerlap tersebut, pendar lampu kerja dari alat-alat berat di sejumlah titik memperlihatkan bahwa aktivitas pembangunan terus berdenyut tanpa henti, layaknya detak jantung peradaban baru yang sedang dirajut.

Di balik pesona visualnya yang menawan, gemerlap malam IKN merupakan simbol nyata dari keberhasilan sinergi pembangunan Tahap II yang berjalan presisi sesuai jadwal. Cahaya yang menerangi kota ini lahir dari fondasi finansial yang kokoh dan tepercaya, mulai dari kucuran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp48,8 triliun, skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) senilai Rp134,22 triliun, hingga derasnya aliran investasi langsung swasta murni yang menyentuh angka Rp75,7 triliun serta komitmen hibah internasional. Setiap titik lampu yang menyala mewakili keyakinan para investor global dan pemerintah pusat bahwa peradaban baru ini sedang dibangun di atas fondasi yang sangat kuat.

Lebih jauh lagi, pemandangan malam yang benderang ini mengindikasikan bahwa sebuah ekosistem perkotaan yang hidup dan mandiri telah mulai bernapas. IKN saat ini tidak lagi berupa lahan konstruksi yang sunyi, melainkan sebuah kota fungsional di mana institusi pendidikan, layanan kesehatan, perhotelan, hingga kawasan perdagangan telah mulai beroperasi. Kerlip lampu dari fasilitas-fasilitas pendukung ini menandakan kesiapan Nusantara dalam menunjang aktivitas harian masyarakatnya. Pendaran cahaya yang terpancar dari pusat-pusat kegiatan ekonomi baru tersebut sekaligus menjadi simbol fajar baru bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih inklusif dan merata.

Sebagai kesimpulan penutup, keindahan malam di Ibu Kota Nusantara bukan sekadar keelokan paras sebuah kota metropolitan baru dari udara. Gemerlap yang menerangi Nusantara adalah representasi visual dari sebuah lompatan besar bangsa Indonesia. Melalui keterpaduan antara kemegahan fisik arsitektur dan kematangan fungsi ekosistem perkotaan, IKN di waktu malam menjelma menjadi pemandangan yang tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga membakar semangat kebangsaan—sebuah bukti nyata bahwa sebuah masa depan yang cerah, mandiri, dan berkilau kini tengah mewujud menjadi kenyataan di jantung Nusantara.

sumber bacaan: detik, cnbc-indonesia

Saturday, October 24, 2026

MIF 2026 Jaring Komitmen Investasi Rp54,62 Triliun di Kaltim dan IKN

 

mah
gelaran investasi

Gelaran Mahakam Investment Forum (MIF) 2026 yang berlangsung di Ibu Kota Nusantara (IKN) mencatatkan komitmen investasi fantastis. Forum tahunan hasil kolaborasi Otorita IKN, Bank Indonesia (BI), dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur ini berhasil mengamankan nilai Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dan Letter of Intent (LoI) dengan total potensi investasi menembus angka Rp54,62 triliun.

Acara yang berlangsung pada Kamis, 22 Oktober 2026, di Kantor Bersama 3, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara ini mengusung tema “Trade, Tourism, Investment, and Industry: Enhancing East Kalimantan’s Economic Transformation”. Forum tersebut mempertemukan investor domestik, pelaku usaha, serta delegasi internasional untuk memperkuat komunikasi langsung mengenai peluang maupun hambatan dalam merealisasikan investasi di wilayah Kalimantan Timur dan IKN.

Berdasarkan data dari Bank Indonesia, total komitmen Rp54,62 triliun tersebut terbagi ke dalam dua skema utama:

  • Skema MoU: Sebanyak empat Nota Kesepahaman resmi ditandatangani dengan nilai mencapai Rp32,7 triliun. Proyek gasifikasi batu bara di Sangatta, Kutai Timur, mencatatkan porsi terbesar dalam skema ini dengan angka komitmen mencapai Rp29 triliun.
  • Skema LoI: Terdapat 30 LoI yang tersebar di 11 proyek strategis dengan taksiran nilai Rp21,92 triliun. Sektor kawasan industri (industrial estate) menjadi yang paling diminati pemodal dengan menyumbang 9 LoI.

Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Sudiro Roi Santoso, menegaskan bahwa OIKN berkomitmen penuh memberikan dukungan bagi para investor. Dukungan tersebut mencakup fasilitas perpajakan seperti tax holiday dan super tax deduction, serta kemudahan perizinan satu pintu melalui platform digital INVESTARA.

Sinergi pembangunan IKN sendiri terus bergerak maju dengan mengombinasikan dana APBN, investasi swasta murni, serta skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Sebelum forum ini digelar, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada 21/10/26 mengonfirmasi masuknya komitmen investasi swasta asing senilai Rp4 triliun untuk sektor hunian perkotaan dan perkantoran. Investasi tersebut berasal dari Starbright (China) sebesar Rp1,5 triliun dan Dian Jaya (Korea Selatan) senilai Rp2,5 triliun. Selain itu, minat investor swasta juga terus mengalir pada proyek penunjang lain seperti hotel, restoran, fasilitas kulinar (food & beverage), hingga penyediaan rumah tapak dan rumah susun bagi ASN melalui skema KPBU.

sumber bacaan: kompas, rri, antara

Friday, October 23, 2026

Bos OIKN Pastikan Karhutla Tak Ganggu Proyek IKN

 

ikn
karhutla di sekitar ikn

Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Basuki Hadimuljono, memastikan bahwa peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kalimantan Timur tidak berdampak pada proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Hal ini dikarenakan titik kebakaran utama berada cukup jauh dari area inti pembangunan fisik.

"Enggak terganggu. Itu di Bukit Soeharto. Jadi jaraknya cukup jauh," ujar Basuki saat memberikan keterangan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (21/10/2026).

Basuki memaparkan, akumulasi area yang terdampak kebakaran di sekitar IKN mencapai sekitar 1.600 hektare yang tersebar di banyak tempat. Dari total luasan tersebut, sekitar 900 hektare berada di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto, sementara 600 hektare lainnya melanda lahan perkebunan kelapa sawit milik warga.

Seluruh titik api tersebut dipadamkan sepenuhnya melalui jalur darat tanpa melibatkan operasi modifikasi cuaca (hujan buatan). Menurut Basuki, skala kebakaran di lapangan dinilai masih sangat memungkinkan untuk dikendalikan secara manual oleh tim pemadam. "Jadi cukup dengan darat saja. Dua kali saya ikut pemadaman darat. Karena tidak terlalu luas, hanya 1.600 hektare tapi di banyak tempat," tambahnya.

Mantan Menteri PUPR ini juga menegaskan bahwa berdasarkan pantauan di lapangan, tidak ada indikasi keterlibatan pihak korporasi atau perusahaan dalam peristiwa kebakaran di Kalimantan Timur tersebut. "Tidak ada (pembakaran oleh korporasi) di Kalimantan Timur," tegasnya.

Meski sempat memicu kabut asap yang membuat indeks kualitas udara (IKU) di kawasan IKN melonjak ke kisaran 100 hingga 130 pada pagi hari, Basuki memastikan kondisi kini sudah membaik. Kualitas udara telah berangsur turun dan kembali normal di bawah angka 100 seiring dengan keberhasilan tim gabungan memadamkan seluruh titik api makro tersebut.

Respons Cepat Pemadaman Mikro di Kawasan Inti (KIPP)
Kendati titik kebakaran besar berada jauh di luar kawasan inti, kesiapsiagaan penuh tetap ditunjukkan oleh tim gabungan di lapangan saat mendeteksi percikan api sekecil apa pun di dalam wilayah IKN.

Teranyar pada Kamis (22/10/2026), sebuah insiden karhutla skala kecil sempat muncul di sekitar Jalan Tol 1C, Kelurahan Pemaluan, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), yang masuk dalam wilayah Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.

Kapolresta Kawasan IKN, Kombes Pol. Supriyanto, melalui Kasi Humas Ipda Jumansyah, mengungkapkan bahwa laporan adanya titik panas (hotspot) tersebut diterima pertama kali pada pukul 13.00 WITA. Menanggapi laporan itu, personel Polresta Kawasan IKN langsung bergerak cepat menuju lokasi.

Operasi pemadaman taktis ini melibatkan sinergi lintas instansi, mulai dari personel Kepolisian, petugas Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Otorita IKN, hingga petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Otorita IKN.

“Tim gabungan mengerahkan berbagai sarana dan prasarana pendukung, di antaranya mesin pompa air, mobil pemadam kebakaran, hingga truk tangki air,” kata Jumansyah.

Berdasarkan hasil pemantauan, area tersebut mencakup enam titik api kecil yang menghanguskan lahan vegetasi seluas kurang lebih 500 meter persegi. Petugas di lapangan berjibaku membuka jalur selang menuju titik api dan melakukan penyiraman intensif.

Proses kemudian dilanjutkan dengan pendinginan (cooling down) menyeluruh demi memastikan tidak ada sisa bara api yang berpotensi memicu kebakaran susulan. Tepat pada pukul 18.00 WITA, situasi di area tol KIPP tersebut dinyatakan telah aman, kondusif, dan terkendali sepenuhnya.

Saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti munculnya titik api di kawasan KIPP tersebut. Otorita IKN bersama aparat keamanan mengimbau seluruh masyarakat dan pekerja proyek untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan pembersihan atau pembukaan lahan dengan cara dibakar, terlebih di tengah kondisi musim kemarau saat ini.


sumber bacaan: koran-jakarta, media-indonesia, suara-independent