Sunday, June 14, 2026

Tambahan Anggaran IKN ditengah Efisiensi Anggaran

 

taM
oikn di dpr

Usulan tambahan anggaran sebesar Rp 15,5 triliun untuk tahun 2027 yang diajukan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) sebagai sinyal alarm yang menghawatirkan. Permintaan tambahan anggaran ini diajukan OIKN demi mengejar target penyelesaian infrastruktur dasar agar IKN sah berfungsi penuh sebagai ibu kota negara pada tahun 2028. Namun, di tengah realitas ekonomi nasional yang sedang megap-megap dilanda krisis geopolitik, langkah ini tidak mudah diterima nalar publik.

Bagaimana mungkin, di saat pemerintah gencar mendengungkan narasi ikat pinggang melalui efisiensi anggaran di berbagai sektor, OIKN justru meminta tambahan dana yang membengkak berlipat-lipat? Pagu indikatif awal yang disepakati untuk OIKN pada tahun 2027 sebenarnya berada di angka Rp 6,7 triliun. Namun, dengan dalih mengejar target Perpres Nomor 79 Tahun 2025 guna menyelesaikan pembangunan kawasan legislatif, yudikatif, serta biaya pemeliharaan infrastruktur, mereka menuntut total anggaran melonjak menjadi Rp 22,2 triliun. Beberapa pihak menilai usulan tambahan Rp 15,5 triliun ini sama sekali tidak rasional

Salah satu rasa khawatir tersebut, yang juga digemakan oleh lembaga riset ekonomi seperti Center of Economic and Law Studies (Celios), adalah bahwa alokasi dana masif untuk IKN ini pada akhirnya hanya akan membebani APBN semata. Sejak awal, publik dijanjikan bahwa proyek megah ini tidak akan menyusu pada uang rakyat dan akan bertumpu pada investasi swasta. Nyatanya, hingga saat ini, APBN tetap dipaksa menjadi tulang punggung utama ketika investor kakap yang dinanti-nanti tidak kunjung menanamkan modal riil mereka.

Sikap OIKN yang terus-menerus menuntut tambahan dana jumbo memicu ketakutan mendalam akan terjadinya kelangkaan ruang fiskal untuk kebutuhan rakyat yang jauh lebih mendesak. Jika APBN terus terkuras untuk mengecor beton-beton gedung pemerintahan di Sepaku, sektor-sektor krusial lain yang menyentuh kesejahteraan langsung masyarakat terancam dikorbankan. Situasi di mana subsidi publik, kesehatan, dan pendidikan berisiko dipangkas hanya untuk membiayai percepatan proyek prestisius.

Urgensi pembangunan tidak bisa diukur dari ego linimasa tahun 2028 semata. Pemerintah pusat sebaiknya melakukan audit belanja total dan mengevaluasi ulang roadmap IKN berdasarkan kapasitas keuangan negara yang sebenarnya, bukan berdasarkan tenggat waktu politik. Jika tata kelola anggaran ini terus dipaksakan, IKN bukan menjadi simbol kemajuan peradaban, melainkan monumen kegagalan fiskal yang meninggalkan utang struktural bagi generasi masa depan.

sumber: detiktimes-indonesiabisnis

Saturday, June 13, 2026

Wajah Baru Sepaku, bisakah menjadi Etalase Modern Ibu Kota Nusantara?

 

mod
moderinisasi sepaku

Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) membawa transformasi besar bagi wilayah sekitarnya, misalnya Kecamatan Sepaku, yang kini resmi bertransisi masuk ke dalam wilayah administrasi ibu kota baru tersebut. Integrasi wilayah ini memicu berbagai langkah strategis dari Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), demi menyelaraskan pembangunan infrastruktur serta tata kelola pemerintahan. Salah satu dampak administratif adalah percepatan penyelesaian tapal batas desa dan kelurahan oleh Pemerintah Kabupaten PPU. Langkah penataan tapal batas ini dipercepat seiring dengan rencana pemekaran wilayah di sisa wilayah PPU. Pemekaran menjadi penting karena setelah Sepaku diambil alih oleh IKN, Kabupaten PPU terancam kehilangan status otonomnya jika hanya memiliki tiga kecamatan tersisa, mengingat regulasi mensyaratkan minimal empat kecamatan untuk sebuah kabupaten.

Integrasi ini mendorong pelimpahan aset jalan kabupaten di wilayah Sepaku dari Pemkab PPU kepada Otorita IKN (OIKN). Pemerintah Kabupaten PPU mengusulkan penyerahan jalan sepanjang 168 kilometer ini agar penanganan, perbaikan, dan peningkatan kualitas jalan dapat berjalan jauh lebih optimal dan cepat di bawah pengelolaan langsung Otorita, mengingat status wilayah tersebut kini telah berubah menjadi kawasan urban ibu kota.

Sementara itu, denyut nadi perekonomian lokal ditandai dengan kehadiran Pasar Sepaku dengan bangunan yang baru. Terkait penataan pasar ini, Otorita IKN menjalankan proses transisi dan pemindahan pedagang dilakukan dengan sangat hati-hati dan adil. Prioritas penempatan kios dan los baru wajib diberikan kepada para pedagang lama yang sudah sejak awal menggantungkan hidupnya di pasar tersebut, bukan untuk pedagang dadakan. Penataan ini menciptakan kawasan perdagangan yang lebih tertib, bersih, nyaman, sekaligus mempercantik perwajahan visual Sepaku sebagai etalase modern IKN tanpa menggusur kearifan lokal yang sudah mengakar.

sumber: antaraantaranewsradarbontang

Friday, June 12, 2026

Sekolah Rakyat di Samarinda

 

smd
sr di samarinda

Pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Samarinda menunjukkan progres signifikan dengan capaian fisik 80,26 persen. Proyek kawasan pendidikan terpadu ini ditargetkan mulai fungsional pada 20 Juni mendatang, jauh lebih cepat dari jadwal semula pada Agustus 2026. Sekolah Rakyat Samarinda dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu berbasis asrama yang terdiri atas 24 bangunan. Kompleks ini meliputi gedung sekolah jenjang SD, SMP, dan SMA, asrama siswa putra dan putri, asrama guru, kantin, masjid, dapur umum, fasilitas olahraga, hingga Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Kalimantan Timur, Evry Biaktama Meliala:
Saat ini kami melakukan percepatan pekerjaan dengan mengerahkan sekitar 800 tenaga kerja di lapangan. Targetnya, seluruh fasilitas utama dapat difungsikan sebelum penerimaan siswa baru pada akhir Juli nanti


Dinas Sosial (Dinsos) Berau memastikan hanya tujuh anak yang akan berangkat untuk mengikuti pendidikan di SR Samarinda. Padahal sebelumnya pemerintah daerah menargetkan sedikitnya 11 peserta dapat mengikuti program tersebut.

Kepala Dinsos Berau, Iswahyudi:
Problem utamanya itu adalah persetujuan orang tua. Kalau anak SD terus jauh dari orang tua, pasti berat. Anak SMP dan SMA juga tidak semua orang tua setuju, padahal itu syarat utama


Sebanyak 74 siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 58 di Kota Samarinda menunjukkan perubahan karakter yang signifikan setelah menjalani pembinaan asrama selama hampir setahun, sejak beroperasi pada 30 September 2025 lalu. Para pelajar yang mayoritas berasal dari keluarga rentan perlahan meninggalkan kebiasaan buruk, dan tumbuh menjadi pribadi yang lebih disiplin serta mandiri dibanding sebelumnya. Siswa yang terdiri dari 49 pelajar SD dan 25 pelajar SMA, sekitar 75 persen di antaranya berasal dari keluarga miskin desil 1 dan 2 yang menghadapi masalah sosial berat.

Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 58 Provinsi Kalimantan Timur, Rabiatul Adawiyah:
Di rumah, mereka minim bimbingan. Ada yang orang tuanya sudah tiada, di penjara, ODGJ (Orang dengan Gangguan Jiwa) hingga keluarga yang tidak utuh. Kondisi ini membuat karakter mereka sebelumnya sangat kurang terbimbing


sumber: antaraportalberauniaga

Thursday, June 11, 2026

Imbas Positip Mengalir ke Samarinda hingga Balikpapan

 

imb
imbas ekonomi

Otorita IKN merancang cetak biru atau blueprint tata kota regional dengan meluncurkan konsep "Greater Nusantara". Perancangan cetak biru ini ditujukan sebagai instrumen jangkar untuk menetapkan kawasan ibu kota baru beserta wilayah penyangganya menjadi superhub ekonomi Nasional yang mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan baru, khususnya di koridor Indonesia Timur. Akar awal perencanaan tata ruang wilayah seputar ibu kota baru mengacu pada perincian Rencana Induk yang tertuang dalam Undang-Undang (UU) Nomor 3 Tahun 2022, yang kala itu hanya mengamanatkan skema Tiga Kota (Tri-City) lintas wilayah.

Otorita IKN, dikarenakan dinamika dan kebutuhan di apangan, melakukan penyesuaian untuk mengembangkan rencana induk lama menjadi sebuah blueprint baru yang lebih adaptif. Konsep Tri-City yang semula hanya terkonsentrasi pada simpul konektivitas antara IKN, Balikpapan, dan Samarinda, kini resmi diperluas cakupan wilayahnya menjadi kawasan metropolitan Greater Nusantara dengan mengintegrasikan yurisdiksi administratif dua pemerintahan daerah tetangga, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dan Penajam Paser Utara (PPU).

Direktur Perencanaan Makro Otorita IKN, Pungky Widiaryanto:
Benar, nah ini sudah kita extend. Tadinya tri-city, menjadi Greater Nusantara karena memasukkan PPU dan Kukar. Referensi awalnya pakai perincian rencana induk, sekarang kita kembangkan dan sesuaikan untuk blueprint-nya. Kita membutuhkan kota-kota sekitar untuk menjadi bagian dari Greater Nusantara. Setiap daerah memiliki peran dan saling membutuhkan dalam mendukung pertumbuhan kawasan


Otorita IKN menyiapkan konsep Greater Nusantara agar manfaat ekonomi dari proyek strategis nasional tersebut dapat dirasakan lebih luas oleh daerah-daerah di sekitarnya. Berdasarkan kajian yang dipaparkan dalam forum tersebut, Kabupaten PPU mencatat pertumbuhan ekonomi mencapai 19,9 persen. Angka kemiskinan di wilayah itu juga turun sebesar 0,45 persen dibandingkan sebelum pembangunan IKN dimulai. Sementara Balikpapan terus berkembang sebagai gerbang utama investasi menuju Nusantara. Di sisi lain, Samarinda dan Kukar turut menikmati efek berganda dari meningkatnya aktivitas pembangunan, kebutuhan logistik, hingga perputaran ekonomi yang dipicu pembangunan ibu kota baru.

sumber: kompaseditorialkaltim

Wednesday, June 10, 2026

PNS Angkatan Pertama

 

pns
pelantikan

Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Basuki Hadimuljono melantik 555 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) angkatan pertama Otorita IKN di Taman Kusuma Bangsa, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN pada 8 Juni 2026. Pelantikan ini menjadi pertama kalinya Otorita IKN memiliki aparatur sipil negara (ASN) yang direkrut dan dibina secara khusus untuk mendukung pembangunan serta penyelenggaraan pemerintahan di Nusantara.

Sebelum dilantik menjadi PNS, ratusan CPNS tersebut mengikuti pembinaan dan persiapan yang didampingi Grup 4 Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Pembinaan itu bertujuan membangun kedisiplinan, kekompakan, dan karakter sebagai aparatur negara yang akan mengemban tugas di IKN.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono:
Sebagai orang Otorita, yang pertama, dia harus kuat. Bukan ototnya yang kuat, tetapi kompetensinya yang kuat, karena dia harus kompeten di bidangnya masing-masing. Kalau tidak kompeten, dia tidak akan kuat. Ke depan, membangun IKN tidak gampang. Pasti banyak tantangannya. Tidak hanya membangun gedung-gedung, tetapi juga membangun kehidupan kemasyarakatan yang pasti memiliki tantangan-tantangan yang tidak ringan


sumber: okezoneantaravivaborneo

Tuesday, June 9, 2026

Proyek IKN Menggunakan AI

 

iKn
bangunan gedung cerdas, bgc

Wujudkan Kota Cerdas Nusantara, mulai dari pemasangan multi-utility tunnel (MUT), keamanan siber, hingga kenalkan fitur artificial intelligence dalam perencanaan tata kota. Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menyelenggarakan sosialisasi Bangunan Gedung Cerdas (BGC) di Ruang Serbaguna Kemenko 1, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, 22 Oktober 2025. Kegiatan ini diikuti oleh puluhan peserta, terdiri dari pegawai Otorita IKN, konsultan, dan kontraktor yang terlibat dalam pembangunan kawasan Nusantara. Tiga narasumber dihadirkan dalam kegiatan ini, yaitu Fajar Santoso Hutahaean dari Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU), Yessi Arnaz Ferari dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), serta Firdaus Kifli dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Otorita IKN menegaskan komitmennya membangun kota yang tidak hanya indah secara fisik, tetapi juga cerdas secara sistem, efisien dalam energi, dan aman secara digital, sejalan dengan visi Nusantara sebagai kota masa depan Indonesia.

Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital, Agung Indrajit:
Pembangunan Nusantara diarahkan untuk memiliki daya saing global melalui penerapan elemen bangunan gedung cerdas (BGC). Tentu saja, nilai yang kita harapkan dengan adanya BGC ini, yaitu dapat menghasilkan 60% efisiensi energi dari kawasan Nusantara.  Otorita IKN saat ini terus mengembangkan teknologi dalam perencanaan tata kota dengan penggunaan AI, salah satunya terlihat dari fitur deteksi wajah masyarakat yang berada di Kawasan KIPP Nusantara.


Penerapan BGC, yang diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) No. 63 Tahun 2022 dan diperkuat Peraturan Menteri PUPR No. 10 Tahun 2023, menjadi fondasi yang mengintegrasikan semua sistem teknologi kawasan. BGC menunjang visi smart city melalui dua aspek, yaitu: 

Pertama, sistem manajemen bangunan pintar BGC ditargetkan mampu menghasilkan 60 persen efisiensi energi dari total kebutuhan kawasan, menjadikannya showcase efisiensi nasional. 

Kedua, BGC akan menjadi titik integrasi untuk berbagai teknologi, mulai dari sensor dalam MUT untuk memantau utilitas bawah tanah (listrik, air) hingga sistem pengelolaan limbah.

Kepala OIKN, Bambang Susantono:
(published 6 Jan 2024)
Pemanfaatan teknologi digital untuk tata kelola pemerintahan dapat meningkatkan transparansi dalam pemerintahan yang efektif dan efisien. Masyarakat juga lebih mudah berpartisipasi dalam kebijakan, mengakses informasi, dan juga mengurus administrasi. Hal ini akan memperkuat citra IKN Nusantara sebagai kota cerdas. Oleh karena itu pemanfaatan teknologi seperti Artificial Intelligence, Natural Language Processing, Robotic Process Automation, dan sebagainya, akan banyak diterapkan di IKN Nusantara


sumber: iknjawaposkompas

Monday, June 8, 2026

IKN di Google Earth

 

goo
sebagian kota ikn

Platform Google Earth yang menampilkan citra kota IKN, beserta aktivitas pembangunannya, dalam secara 2D dan 3D. Dengan Google Earth, Anda dapat membandingkan pembangunan wilayah itu dari tahun ke tahun. Misalnya pada 2022, saat pembangunan dimulai, kawasan inti IKN masih berupa hutan dan lahan hijau.

Untuk melihat IKN, berikut cara menggunakan Google Earth lewat web: (Kunjungi situs https://earth.google.com/web/)
  1. Masukkan IKN atau Nusantara
  2. Anda bisa mengeksplor semua jalan di lokasi tersebut. Zoom untuk memperbesar wilayah ataupun membuat 3D pada beberapa tempat agar nampak lebih jelas
  3. Anda dapat masuk ke menu Historical Imagery. Fitur ini untuk memperlihatkan keadaan IKN dalam periode tertentu dan melihat perubahannya dari waktu ke waktu

Yang menarik, published pada 11 Sep 2025, tak semua bangunan Ibu Kota Nusantara terpampang jelas di Google Earth. Istana Negara justru terlihat blur. Sebagian penampakan istana tertutup pixel yang menyerupai kawasan hutan. Penampakan Istana Negara di IKN dan beberapa gedung kementerian di sekitarnya tidak terlihat jelas dan utuh seperti yang lainnya. Gambar tersebut tampak blur dan masih seperti kawasan hutan

Aplikasi Google
 Earth menampilkan deskripsi singkat tentang IKN:
(published pada 12 Sep 2025)
Nusantara, atau Ibu Kota Nusantara (IKN), adalah kota baru yang sedang dibangun dan akan menjadi ibu kota Indonesia. Terletak di pesisir timur Kalimantan, wilayahnya mencakup sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur



sumber: cnbc-indonesiadetikkompas