![]() |
| kegiatan pembangunan di ikn |
Resiko cukup tinggi terjadinya longsor di wilayah IKN karena kombinasi curah hujan ekstrem, kondisi tanah labil (tipe tanah berliat-berpasir), dan aktivitas konstruksi serta kendaraan berat yang memotong perbukitan, yang memperburuk stabilitas lereng, seperti yang terbukti dari insiden longsor di akses tol dan area persemaian yang menyebabkan kerusakan infrastruktur dan gangguan lalu lintas, menunjukkan pentingnya mitigasi bencana berbasis riset untuk perencanaan yang amaan.
Curah Hujan Tinggi, Wilayah Kalimantan Timur, termasuk IKN, rawan hujan sepanjang tahun, meningkatkan risiko banjir dan longsor. Kondisi Geologi dan Tanah, Keberadaan patahan lemah dan struktur geologi aktif. Jenis tanah seperti Ferric Acrisols, Orthic Acrisols, Dystric Fluvisols, dan Cambic Arenosols yang berpotensi longsor (terutama tipe berliat-berpasir). Aktivitas selama proses Pembangunan IKN, dengan lalu-lintas alat berat serta pemotongan pohon dan bukit/gunung.
Kerusakan Infrastruktur bisa saja terjadi seperti pada Longsor merusak jalan tol dan jalan akses utama, seperti yang terjadi di Segmen 3A Jalan Tol Balikpapan-IKN pada Januari 2026.
Tim peneliti menyebut IKN menunjukkan risiko bencana yang relatif lebih tinggi di antara area studi dan zona dilindungi lainnya di Kalimantan dan Sumatra yang diteliti.
sumber: tempo, kompas
Curah Hujan Tinggi, Wilayah Kalimantan Timur, termasuk IKN, rawan hujan sepanjang tahun, meningkatkan risiko banjir dan longsor. Kondisi Geologi dan Tanah, Keberadaan patahan lemah dan struktur geologi aktif. Jenis tanah seperti Ferric Acrisols, Orthic Acrisols, Dystric Fluvisols, dan Cambic Arenosols yang berpotensi longsor (terutama tipe berliat-berpasir). Aktivitas selama proses Pembangunan IKN, dengan lalu-lintas alat berat serta pemotongan pohon dan bukit/gunung.
Kerusakan Infrastruktur bisa saja terjadi seperti pada Longsor merusak jalan tol dan jalan akses utama, seperti yang terjadi di Segmen 3A Jalan Tol Balikpapan-IKN pada Januari 2026.
Tim peneliti menyebut IKN menunjukkan risiko bencana yang relatif lebih tinggi di antara area studi dan zona dilindungi lainnya di Kalimantan dan Sumatra yang diteliti.
sumber: tempo, kompas












