![]() |
| sr di samarinda |
Pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Samarinda menunjukkan progres signifikan dengan capaian fisik 80,26 persen. Proyek kawasan pendidikan terpadu ini ditargetkan mulai fungsional pada 20 Juni mendatang, jauh lebih cepat dari jadwal semula pada Agustus 2026. Sekolah Rakyat Samarinda dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu berbasis asrama yang terdiri atas 24 bangunan. Kompleks ini meliputi gedung sekolah jenjang SD, SMP, dan SMA, asrama siswa putra dan putri, asrama guru, kantin, masjid, dapur umum, fasilitas olahraga, hingga Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Kalimantan Timur, Evry Biaktama Meliala:
Dinas Sosial (Dinsos) Berau memastikan hanya tujuh anak yang akan berangkat untuk mengikuti pendidikan di SR Samarinda. Padahal sebelumnya pemerintah daerah menargetkan sedikitnya 11 peserta dapat mengikuti program tersebut.
Kepala Dinsos Berau, Iswahyudi:
Sebanyak 74 siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 58 di Kota Samarinda menunjukkan perubahan karakter yang signifikan setelah menjalani pembinaan asrama selama hampir setahun, sejak beroperasi pada 30 September 2025 lalu. Para pelajar yang mayoritas berasal dari keluarga rentan perlahan meninggalkan kebiasaan buruk, dan tumbuh menjadi pribadi yang lebih disiplin serta mandiri dibanding sebelumnya. Siswa yang terdiri dari 49 pelajar SD dan 25 pelajar SMA, sekitar 75 persen di antaranya berasal dari keluarga miskin desil 1 dan 2 yang menghadapi masalah sosial berat.
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 58 Provinsi Kalimantan Timur, Rabiatul Adawiyah:
sumber: antara, portalberau, niaga
Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Kalimantan Timur, Evry Biaktama Meliala:
Saat ini kami melakukan percepatan pekerjaan dengan mengerahkan sekitar 800 tenaga kerja di lapangan. Targetnya, seluruh fasilitas utama dapat difungsikan sebelum penerimaan siswa baru pada akhir Juli nanti
Dinas Sosial (Dinsos) Berau memastikan hanya tujuh anak yang akan berangkat untuk mengikuti pendidikan di SR Samarinda. Padahal sebelumnya pemerintah daerah menargetkan sedikitnya 11 peserta dapat mengikuti program tersebut.
Kepala Dinsos Berau, Iswahyudi:
Problem utamanya itu adalah persetujuan orang tua. Kalau anak SD terus jauh dari orang tua, pasti berat. Anak SMP dan SMA juga tidak semua orang tua setuju, padahal itu syarat utama
Sebanyak 74 siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 58 di Kota Samarinda menunjukkan perubahan karakter yang signifikan setelah menjalani pembinaan asrama selama hampir setahun, sejak beroperasi pada 30 September 2025 lalu. Para pelajar yang mayoritas berasal dari keluarga rentan perlahan meninggalkan kebiasaan buruk, dan tumbuh menjadi pribadi yang lebih disiplin serta mandiri dibanding sebelumnya. Siswa yang terdiri dari 49 pelajar SD dan 25 pelajar SMA, sekitar 75 persen di antaranya berasal dari keluarga miskin desil 1 dan 2 yang menghadapi masalah sosial berat.
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 58 Provinsi Kalimantan Timur, Rabiatul Adawiyah:
Di rumah, mereka minim bimbingan. Ada yang orang tuanya sudah tiada, di penjara, ODGJ (Orang dengan Gangguan Jiwa) hingga keluarga yang tidak utuh. Kondisi ini membuat karakter mereka sebelumnya sangat kurang terbimbing
sumber: antara, portalberau, niaga












