![]() |
| lelang tahap 2 |
Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) resmi merampungkan lelang sebanyak tujuh proyek senilai Rp11,8 triliun. Di mana, proyek tersebut merupakan bagian dari konstruksi pembangunan IKN Tahap 2. Berdasarkan Laporan Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) di laman Indonesia National Procurement Portal (Inaproc), 7 Juli 2026, tender tersebut mayoritas untuk pembangunan Kawasan Yudikatif dan Legislatif di IKN. Pengadaan tujuh proyek tersebut diteken menggunakan skema multi years contract (MYC) bersumber dari Alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran (TA) 2025, 2026, serta 2027.
Dari tujuh proyek yang telah rampung dilelang, terdapat sejumlah paket yang telah memasuki tahap pelaksanaan mencakup pembangunan gedung dan kawasan lembaga legislatif, seperti Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Dewan Perwakilan Daerah (DPD), kawasan Sidang Paripurna, serta dua paket pembangunan kompleks Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). OIKN juga telah menyelesaikan tender pembangunan kawasan Mahkamah Agung (MA), Mahkamah Konstitusi (MK), Komisi Yudisial (KY), serta Masjid Negara IKN yang menjadi bagian dari pengembangan kawasan yudikatif dan fasilitas penunjang pemerintahan.
Belanja negara di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada Januari hingga 31 Mei 2026 terealisasi sebesar Rp15,02 triliun untuk berbagai aktivitas, dengan dominasi pembangunan jalan bebas hambatan alias jalan tol pendukung kelancaran Ibu Kota Nusantara (IKN). Serapan sebesar ini ditopang oleh Belanja Pemerintah Pusat (BPP) sebesar Rp6,2 triliun atau 34,99 persen dari pagu, dengan realisasi belanja modal Rp3,16 triliun yang sebagian besar digunakan untuk pembangunan jalan tol sebagai dukungan infrastruktur IKN.
sumber berita: bisnis, topkonstruksi, voi
Dari tujuh proyek yang telah rampung dilelang, terdapat sejumlah paket yang telah memasuki tahap pelaksanaan mencakup pembangunan gedung dan kawasan lembaga legislatif, seperti Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Dewan Perwakilan Daerah (DPD), kawasan Sidang Paripurna, serta dua paket pembangunan kompleks Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). OIKN juga telah menyelesaikan tender pembangunan kawasan Mahkamah Agung (MA), Mahkamah Konstitusi (MK), Komisi Yudisial (KY), serta Masjid Negara IKN yang menjadi bagian dari pengembangan kawasan yudikatif dan fasilitas penunjang pemerintahan.
Belanja negara di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada Januari hingga 31 Mei 2026 terealisasi sebesar Rp15,02 triliun untuk berbagai aktivitas, dengan dominasi pembangunan jalan bebas hambatan alias jalan tol pendukung kelancaran Ibu Kota Nusantara (IKN). Serapan sebesar ini ditopang oleh Belanja Pemerintah Pusat (BPP) sebesar Rp6,2 triliun atau 34,99 persen dari pagu, dengan realisasi belanja modal Rp3,16 triliun yang sebagian besar digunakan untuk pembangunan jalan tol sebagai dukungan infrastruktur IKN.
sumber berita: bisnis, topkonstruksi, voi












