Tuesday, July 21, 2026

170 Proyek Berkualitas di IKN

 

pro
ngebut

Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) terus mempercepat pembangunan fisik Tahap II. Katanya untuk mewujudkan target IKN sebagai Ibu Kota Politik pada 2028. Untuk memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai target, Otorita IKN rutin memonitoring dan evaluasi bersama swasta/investor, kementerian/lembaga, penyedia jasa konstruksi, penyedia jasa konsultan konstruksi serta manajemen konstruksi induk.

Melalui APBN (oleh Kementerian) yang dikelola Otorita IKN, ada 40 paket pekerjaan fisik. rinciannya 9 paket telah selesai di 2025, 15 paket dalam tahap konstruksi, dan 16 paket dalam tahap persiapan lelang. Pembangunan yang didanai APBN tidak hanya dilaksanakan Otorita IKN. Tapi didukung Kementerian Pekerjaan Umum serta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Dari skema investasi swasta, hingga saat ini 67 pelaku usaha telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS). Dari jumlah tersebut, 9 proyek telah selesai dibangun, sementara 6 proyek sedang memasuki tahap konstruksi. Di antaranya Kampus Universitas Gunadarma Nusantara, Rumah Sakit Abdi Waluyo, Teras by Plataran, Apartemen PT Star Bright International Investment, Kawasan Campuran PT Fajar Maju Karya Gemilang, dan Apartemen PT Dian Jaya Indonesia.

Adapun melalui skema KPBU (Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha), terdapat 13 proyek prakarsa, yang terdiri atas 7 sektor hunian dan 6 sektor jalan. Dalam waktu dekat, skema ini akan memasuki tahap pembangunan 108 unit rumah tapak yang diprakarsai PT Intiland Development Tbk dan 8 menara rumah susun yang diprakarsai PT Nindya Karya.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, mengingatkan seluruh pihak untuk tetap memprioritaskan aspek keselamatan kerja serta menjaga standar mutu pembangunan. 170 proyek di IKN baik yang sudah selesai maupun dalam proses pembangunan, semua mengutamakan kualitas guna menjamin keselamatan penghuni, efisiensi energi, mendukung ekonomi jangka panjang, dan manfaat lain.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono:
K3 kita harus lebih ketat lagi. Kecelakaan bisa saja terjadi, tetapi harus kita minimalkan. Kita bekerja cepat, tetapi tetap aman dan nyaman. Target kita adalah 2028. Tiga pilar pembangunan IKN tetap menjadi pegangan, yaitu kualitas, estetika, dan keberlanjutan lingkungan


Dalam melakukan pekerjaan tersebut, OIKN bergerak cepat agar target 2028 tuntas dapat tercapai, tetapi percepatan tersebut tetap dilakukan secara aman dan nyaman dengan mengacu pada tiga pilar pembangunan yaitu kualitas, estetika, dan lingkungan keberlanjutan. Sedangkan untuk memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai target, OIKN secara rutin memantau dan evaluasi bersama swasta/investor, kementerian/lembaga, penyedia jasa konstruksi, penyedia jasa konsultan konstruksi serta manajemen konstruksi induk.

sumber berita: katakaltimkompaskoran-jakarta

Pembebasan Lahan Jalan Tol

 

tol
pebebasan lahan

Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur (Kaltim) mencatat progres pembangunan Jalan Tol Penghubung Balikpapan menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) telah menyentuh angka 87 persen per Juni 2026. Hingga akhir tahun, BBPJN Kaltim menargetkan progres pembangunan jalan bebas hambatan ini mencapai 90,80 persen. Kendati menunjukkan grafik positif, proyek bebas hambatan ini masih dihadapkan pada problem klasik, yakni pembebasan lahan, khususnya pada Tol Seksi 1B Segmen Bandara Sepinggan-Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam).

Kepala Satuan Kerja IKN 2 BBPJN Kaltim, Alfin Jerry:
Lambatnya progres ini disebabkan oleh proses verifikasi lapangan yang rumit. Tim banyak menemukan kasus tumpang tindih kepemilikan lahan di lapangan, ditambah lagi jalurnya melintasi kawasan padat penduduk di Balikpapan


Sementara itu Kantor Pertanahan Kota Balikpapan kembali menunjukkan peran aktifnya dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur strategis nasional. Hal ini terlihat melalui partisipasinya dalam Musyawarah Penetapan Bentuk Ganti Kerugian dan Penyampaian Nilai Pengadaan Tanah untuk pembangunan Jalan Tol Ibu Kota Nusantara (IKN) Seksi 1B segmen Bandara Sepinggan–Jalan Tol Balikpapan–Samarinda, yang digelar pada Rabu (15/7/2026) di Kantor Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur.

Mengacu pada Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nomor 19 Tahun 2021, pihak yang berhalangan hadir dapat memberikan kuasa kepada pihak lain. Sementara itu, pihak yang telah diundang secara patut hingga tiga kali namun tidak hadir dan tidak memberikan kuasa, dianggap menyetujui bentuk ganti kerugian yang ditetapkan dan akan dilanjutkan ke tahap konsinyasi.

Dalam forum tersebut, para narasumber menegaskan bahwa musyawarah merupakan tahapan krusial dalam proses pengadaan tanah untuk kepentingan umum. Melalui mekanisme ini, masyarakat mendapatkan penjelasan secara terbuka mengenai bentuk ganti kerugian dan besaran nilai yang telah ditetapkan oleh tim penilai independen sesuai ketentuan perundang-undangan. Tak hanya sebagai forum penyampaian informasi, musyawarah juga menjadi ruang dialog bagi masyarakat untuk menyampaikan pandangan maupun tanggapan atas hasil penilaian. Pendekatan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam mengedepankan prinsip transparansi serta penghormatan terhadap hak-hak masyarakat dalam setiap tahapan pengadaan tanah.

sumber berita: kompasfocusborneo

Monday, July 20, 2026

Dampak Pada Ekonomi Kaltim

 

kal
ekonomi kaltim

Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menyatakan pembangunan IKN telah memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timur. Selain membangun infrastruktur dan kawasan pemerintahan baru, proyek strategis nasional tersebut dinilai mampu menggerakkan aktivitas ekonomi, menarik  investasi, serta menciptakan efek berganda bagi daerah sekitar. Berdasarkan kajian dampak ekonomi pembangunan IKN Tahap I periode 2022–2024, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sebagai wilayah inti pembangunan mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 19,9 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan kabupaten dan kota lainnya di Kalimantan Timur. Sementara itu, secara regional, pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalimantan Timur juga tercatat 3,7 persen lebih tinggi dibandingkan provinsi lain di Pulau Kalimantan.

IKN bukan sekadar kumpulan gedung yang sedang tumbuh. Tapi merupakan denyut nadi yang mulai merambat, mengalirkan kehidupan baru ke setiap sudut tanah yang disentuhnya. Perkembangan pembangunan di sana terus menjalin ikatan tak terputus antara wilayah inti dan daerah penyangga, antara rencana besar dan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Pertengahan Juli 2026, sebuah perusahaan penanaman modal asing pertama memulai pembangunan fisik. Perusahaan itu resmi meletakkan fondasi proyek kawasan terpadu senilai Rp1,25 triliun di Sub Wilayah Pengembangan 1B Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN. Di lahan seluas 15.501 meter persegi yang terletak persis di jantung kawasan pemerintahan, proyek yang dikerjasamakan dengan mitra asal Tiongkok ini akan menghadirkan hunian, tempat usaha, dan ruang kerja yang dirancang sejalan dengan prinsip kelestarian alam Nusantara. Apartemen dengan beragam ukuran unit, restoran yang menyajikan keragaman rasa, area ritel yang hidup, serta ruang terbuka hijau yang menyejukkan,  disusun menjadi satu kesatuan yang tak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal atau beraktivitas, melainkan juga cerminan wajah kota baru yang ramah dan berkelanjutan.

Dampak kehadiran ibu kota baru tak berhenti pada deretan bangunan yang menjulang di kawasan inti IKN. Dampaknya terus bergerak hingga daerah lain di sekitarnya, seperti Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang sebagian besar wilayahnya menjadi tempat berdirinya Kota Nusantara. Secara keseluruhan, hingga pertengahan Juli 2026, realisasi pendapatan asli daerah dari sektor pajak telah menyentuh angka Rp34 miliar atau 30,48 persen dari total target Rp112,2 miliar. Jika digabung dengan sasaran retribusi daerah sebesar Rp81 miliar, Pemerintah Kabupaten PPU menargetkan total pendapatan asli daerah mencapai Rp210,9 miliar pada akhir tahun ini.

Sementara hingga saat ini, Kalimantan Timur tetap menjadi lokomotif utama yang menyerap energi pembangunan paling besar dari IKN, sekaligus menjadi contoh bagaimana sebuah perubahan besar mampu mengubah peta pertumbuhan ekonomi sebuah pulau secara menyeluruh.

sumber berita: konstruksi-mediaantara

Sunday, July 19, 2026

Samarinda : Jantung Kawasan IKN

 

jAN
grand city samarinda

Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda tancap gas mematangkan peran strategisnya dalam pengembangan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Jelang Joint Coordinating Committee (JCC) ke-2, sinkronisasi tata ruang hingga infrastruktur jadi fokus utama. Langkah itu dibahas dalam rapat yang dipimpin Sekretaris Daerah Kota Samarinda Neneng Chamelia Santi, Kamis (10/4) di gedung Balai Kota.

Sekda Kota Samarinda, Neneng Chamelia Santi:
Sinkronisasi ini penting agar arah pembangunan daerah sejalan dengan program strategis nasional


Sebelumnya, pembahasan teknis telah digodok dalam Technical Working Group (TWG) pada JCC ke-1 yang melibatkan lima daerah, pemerintah provinsi, Bappenas, serta JICA. Hasilnya akan dipertajam dalam JCC ke-2 agar lebih implementatif. Pemkot Samarinda kini menitikberatkan pada penyelarasan tata ruang, penguatan infrastruktur, serta penyusunan program prioritas menuju RPJMD 2027.

Sementara itu, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) melalui induk usahanya, Sinarmas Land, resmi diluncurkan di kota Samarinda Grand City Samarinda, proyek kota mandiri pertama di ibu kota provinsi tersebut.

Ekspansi ini memanfaatkan momentum pertumbuhan ekonomi Samarinda yang mencatat angka 6,22 persen pada 2025 menurut data Badan Pusat Statistik (BPS). Laju pertumbuhan tersebut berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalimantan Timur dan nasional, sebuah indikator menguatnya daya beli lokal seiring masifnya pembangunan infrastruktur IKN. Proyek baru ini menempati lahan seluas lebih dari 70 hektar. Konsep perencanaan tata kotanya mengintegrasikan fungsi hunian, area komersial, dan ruang terbuka hijau secara simultan.

sumber berita: samarindakotakompas

Saturday, July 18, 2026

Inovasi Pendidikan

kam
pertama di ikn

Pendidikan di Ibu Kota Nusantara (IKN) mengusung konsep smart city dan green city. Fasilitas pendidikan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) telah beroperasi dengan bangunan modern berstandar internasional, yang dilengkapi kurikulum digital, ramah lingkungan, dan peningkatan mutu ratusan sekolah lokal. Transformasi Nusantara sebagai kota masa depan tak hanya dibangun dari infrastruktur fisik, tetapi juga dari landasan pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berorientasi masa depan. Melalui kerja sama strategis dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta Program INOVASI, buah kemitraan bilateral Indonesia – Australia. Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) semakin menegaskan komitmennya dalam menciptakan sistem pendidikan dasar yang unggul di era baru.

Kepala OIKN, Basuki Hadimuljono:
Di IKN, kami percaya kota pintar dimulai dari sekolah yang cerdas, guru yang berdaya, dan anak-anak yang belajar secara bermakna. Inilah fondasi menuju Visi IKN sebagai Kota Dunia untuk Semua. OIKN tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga berkomitmen membangun sumber daya manusia di wilayah IKN. Salah satunya adalah melalui peningkatan mutu pendidikan sebagai investasi jangka panjang bagi generasi masa depan. Untuk mempercepat upaya ini, OIKN menjalin kerja sama dengan berbagai pihak agar transformasi pendidikan dapat berlangsung secara kolaboratif, berkelanjutan, dan berdampak luas


Universitas Gunadarma dan SMA Taruna Nusantara menjadi lembaga pendidikan pelopor yang telah resmi hadir secara fisik di Ibu Kota Nusantara (IKN) hingga saat ini. Angkatan pertama siswa SMA Taruna Nusantara Kampus Ibu Kota Nusantara (IKN) resmi tiba di Nusantara untuk memulai kegiatan belajar mengajar di kampus baru yang dipersiapkan mencetak calon pemimpin Indonesia di masa depan.

Universitas Gunadarma akan menjadi kampus pertama yang mulai beroperasi di Ibu Kota Nusantara (IKN). Perkuliahan perdana direncanakan dimulai pada 28 September 2026. Rektor ES Margianti menyampaikan bahwa gedung utama dengan tujuh lantai sudah siap digunakan, dan perkuliahan akan segera dimulai setelah izin resmi keluar.

sumber berita: iknkoran-kaltaraanakteknikindo

 

Investor China dan Korsel Membangunan Kawasan Apartemen

 

kaw
kawasan apartemen

Investasi asing (PMA) untuk apartemen di Ibu Kota Nusantara (IKN) kini mulai terealisasi. Perusahaan asal Tiongkok, PT Star Bright International Investment, sedang membangun kawasan apartemen senilai Rp1,25 triliun. Selain itu, investor asal Korea Selatan, PT Dian Jaya Indonesia, juga bersiap membangun proyek serupa senilai Rp1,2 triliun di jantung IKN.

Ibu Kota Nusantara (IKN) bakal punya kawasan terpadu baru, yang menghadirkan apartemen hingga perkantoran, pada akhir tahun 2026. Ini menyusul dimulainya konstruksi proyek kawasan terpadu senilai Rp 1,25 triliun oleh perusahaan penanaman modal asing (PMA) asal China, PT Star Bright International Investment, di Sub WP 1B Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Rabu (15/07/2026).

Direktur Utama PT Star Bright International Investment Lu Keming:
Saya memiliki pengalaman melihat pembangunan kota dari kondisi awal yang masih kosong. Saya yakin IKN akan menjadi kota yang indah karena dibangun dari awal. Tim dari Tiongkok juga tertarik untuk berinvestasi di sektor perhotelan dan pariwisata


PT Dian Jaya Indonesia merupakan anak usaha perusahaan asal Korea Selatan, Dian Development Co., Ltd. Dalam catatan detikcom, perusahaan ini rencananya akan membangun apartemen di WP KIPP Sub WP 1B, tepatnya di kawasan Pusat Pendidikan dengan sub zona campuran kepadatan tinggi. Proyek ini menjadi konstruksi perdana yang direalisasikan oleh perusahaan PMA asing di IKN dan ditargetkan rampung pada akhir 2026. Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono mengatakan lokasi proyek memiliki nilai strategis karena berada di jantung kawasan pemerintahan Nusantara.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono:
Sebentar lagi yang dari Korea Selatan, Dian Jaya, sekitar Rp 1,2 triliun juga untuk apartemen dan perkantoran. Lokasi ini sangat istimewa. Dari sini kita dapat melihat Istana Negara serta kawasan yudikatif dan legislatif yang saat ini sedang dibangun. Seluruh kawasan tersebut akan kami selesaikan pada tahun 2028



sumber berita: kompasdetik

Friday, July 17, 2026

Permintaan dan Harga Rumah di Balikpapan

 

hAR
sektor perumahan di balikpapan

Bank Indonesia (BI) memperkirakan permintaan rumah di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur sebagai salah satu kota terdekat dengan ibu kota negara baru Indonesia berpotensi meningkat pada 2026, dengan kelanjutan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Kepala Perwakilan BI Kota Balikpapan, Robi Ariadi:
Pembangunan IKN berlanjut tahap dua dan aktivitas industri yang mulai bergerak meningkatkan mobilitas pekerja diperkirakan memberi dorongan tambahan bagi pasar perumahan. Porsi penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) masih dominan, dinilai pembiayaan perumahan tetap menjadi salah satu penopang penting bagi pasar properti Balikpapan


Kendati pasar residensial bergerak lebih pelan dibanding tahun-tahun sebelumnya, minat terhadap rumah tapak tidak hilang, lanjut dia, rumah tipe besar mencatat penjualan yang lebih baik pada akhir 2025. Catatan itu menunjukkan adanya segmen pembeli yang tetap aktif, terutama masyarakat yang membutuhkan ruang lebih luas atau memiliki kemampuan pembiayaan lebih kuat. Penyaluran KPR di Kota Balikpapan mencapai Rp4,97 triliun pada akhir 2025, jelas dia, menjadikan KPR sebagai cara utama masyarakat memiliki rumah dengan porsi 78 persen dari total transaksi.

Hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan menunjukkan terjadinya perlambatan pasar yang kontras: harga jual rumah baru terus merangkak naik, namun volume transaksi penjualan justru anjlok ke titik terendah dalam dua tahun terakhir. 

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Balikpapan, Robi Ariadi, mengatakan, Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) agregat pada triwulan I-2026 tercatat berada di level 107,67. Angka ini mencerminkan kenaikan harga tahunan sebesar 1,44 persen year-on-year (yoy), tumbuh jauh lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya yang hanya sebesar 0,43 persen (yoy).

Sepanjang triwulan I-2026, jumlah rumah baru yang berhasil terjual di Balikpapan hanya mencapai 72 unit. Realisasi ini merosot hingga 55,56 persen (yoy) jika dibandingkan dengan performa triwulan I-2025 yang mampu mencatatkan penjualan sebanyak 162 unit.


sumber berita: antarakompas