Friday, September 11, 2026

Samarinda Menuju Nol Persen Kemiskinan Ekstrem

 

bed
bedah rumah

Pemerintah Kota Samarinda bersama seluruh pemangku kepentingan bergerak semakin agresif untuk merealisasikan target nol persen kemiskinan ekstrem melalui intervensi struktural yang terintegrasi. Guna mencapai target mutlak tersebut, strategi penanggulangan di lapangan kini mengalami lompatan besar. Pendekatan jaminan sosial yang semula bertumpu pada pemenuhan konsumsi pangan harian, kini telah berkembang dan diperkuat dengan pembenahan aset jangka panjang berupa penyediaan hunian yang layak bagi warga berpenghasilan rendah.

Akselerasi Target Lewat Pembenahan Infrastruktur Hunian
Sebagai bukti nyata dalam pemenuhan target nol persen tersebut, pada September 2026 Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Samarinda bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur meluncurkan program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi keluarga miskin ekstrem di wilayah perkotaan. Melalui aksi nyata ini, lima kepala keluarga miskin ekstrem secara resmi menerima bantuan renovasi total agar rumah mereka bertransformasi menjadi tempat tinggal yang aman, sehat, dan layak. Dana stimulan yang dikucurkan dalam program bedah rumah gratis ini dialokasikan secara asimetris berkisar antara Rp55 juta hingga Rp98 juta per unit, di mana besaran anggaran disesuaikan secara cermat dengan tingkat kerusakan fisik riil di lapangan serta kebutuhan pembenahan bangunan.

Cakupan pembenahan ini dirancang secara menyeluruh agar rumah hasil renovasi benar-benar mencerminkan standar hunian yang keluar dari garis kemiskinan. Perbaikan fisik tersebut meliputi penggantian dan pembenahan total konstruksi atap, penguatan dinding pembatas, serta pengecoran atau perbaikan lantai agar lebih higienis. Selain itu, dilakukan pula pembetulan pada struktur utama bangunan demi menjamin keselamatan penghuninya, yang dibarengi dengan penyediaan serta perbaikan fasilitas sanitasi dan pemukiman dasar yang layak. Ketua BAZNAS Kota Samarinda, Ahmad Syahir Idris, menegaskan bahwa seluruh penerima manfaat telah lolos proses verifikasi dan survei kualifikasi yang ketat guna memastikan pencapaian target tepat sasaran. Kriteria pengetasan kemiskinan wajib terpenuhi secara administratif maupun faktual, dengan syarat kunci utama bahwa rumah yang dibangun wajib memiliki surat kepemilikan tanah yang sah demi menghindari sengketa hukum di kemudian hari.

Fondasi Ketahanan Pangan sebagai Awal Pencapaian Target
Lompatan pembenahan hunian pada tahun 2026 ini tidak dapat dipisahkan dari kokohnya fondasi ekonomi yang telah dibangun oleh Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM) Samarinda sejak Oktober 2024. Program bantuan sosial nontunai ini dirancang sebagai instrumen perlindungan sosial awal untuk menyelamatkan daya beli warga desil satu agar memiliki kesiapan ekonomi sebelum menerima bantuan fisik hunian.

Distribusi Finansial dan Efektivitas Sistem KUBE Dinsos PM
Akselerasi pencapaian target nol persen kemiskinan ekstrem di Samarinda ditopang oleh penyaluran bantuan sosial nontunai berbasis kartu Social Security Number (SSN) Bankaltimtara kepada 987 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) hasil penyaringan ketat data dinamis. Sistem tata kelola ini terbukti efektif menutup celah penyalahgunaan dana karena bantuan finansial sebesar Rp1.800.000 per KPM (dengan batasan belanja maksimal Rp600.000 per bulan) dikunci secara elektronik sehingga tidak dapat diuangkan. Alokasi dana tersebut wajib dibelanjakan pada 7 jenis bahan pokok vital—meliputi beras, telur, ayam, ikan kaleng, minyak goreng, gula, dan susu—di 27 warung Kelompok Usaha Bersama (KUBE) yang tersebar di 10 kecamatan. Skema ini tidak hanya mengamankan kebutuhan nutrisi harian warga desil satu, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal karena warung KUBE tersebut dikelola langsung secara mandiri oleh masyarakat miskin yang mendapatkan pendampingan sosial intensif dengan rasio satu pendamping untuk 6 hingga 8 KPM.

Sinergi Integrasi Menuju Target Nol Persen
Benang merah dari kedua lini program ini menunjukkan bahwa target Samarinda Menuju Nol Persen Kemiskinan Ekstrem dilakukan melalui strategi bertahap yang matang dan berkesinambungan. Penanggulangan kemiskinan ekstrem tidak diselesaikan secara parsial atau instan.

Fase awal yang dimulai pada akhir tahun 2024 berfokus pada strategi penyelamatan konsumsi pangan lewat bansos kartu SSN guna memastikan ketahanan nutrisi keluarga miskin ekstrem terpenuhi dan keluar dari jerat kelaparan. Setelah kebutuhan pangan harian masyarakat stabil dan daya beli terjaga, fase berikutnya pada tahun 2026 masuk pada tahap peningkatan kualitas hidup jangka panjang melalui program bedah rumah BAZNAS. Pola integrasi berjenjang inilah yang menjadi motor penggerak utama mengapa struktur kemiskinan ekstrem di Samarinda terus terkikis secara signifikan menuju angka nol.

sumber bacaan: klik-samarindaantara

Tuesday, September 8, 2026

Presiden Memperhatikan Karhutla di IKN

 

ikn
lokasi karhutla

Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian serius terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kian mendekati kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Di tengah target besar pembangunan nasional, Kepala Negara memberikan instruksi tegas kepada seluruh jajarannya agar mengerahkan segala aset darat maupun udara guna memastikan kobaran api tidak menembus masuk ke Zona Inti IKN.

Langkah cepat Presiden ini menjadi sinyal kuat bahwa keselamatan ekologi di ibu kota baru adalah harga mati. Berdasarkan data harian dari Otorita IKN hingga akhir Agustus lalu, wilayah Nusantara mendeteksi 173 titik panas (hotspot) yang tersebar di 23 desa, di mana 55 titik di antaranya telah terkonfirmasi sebagai kebakaran aktif. Salah satu area krusial yang terdampak adalah Bukit Soeharto, yang mencatatkan luasan terbakar hingga 458 hektare dan kini tengah ditangani secara intensif oleh Satgas Darat.

Secara nasional, tantangan penanggulangan karhutla tahun ini memang tergolong luar biasa. Luasan lahan yang terbakar di enam provinsi prioritas Indonesia telah mencapai 72.008 hektare. Meskipun tim gabungan di lapangan telah berhasil memadamkan 71.274,29 hektare di antaranya, dinamika di lapangan terus berubah dan menuntut kewaspadaan tinggi.

Kondisi ini kian kompleks karena penanganan karhutla kini tumpang tindih dengan fenomena alam lainnya. Kepala BNPB Letjen Suharyanto mengungkapkan, operasi pembuatan hujan buatan atau Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Sumatra bagian selatan dan Jawa bagian barat sempat lumpuh. Hal ini terjadi karena sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau menutup ruang udara dan membahayakan penerbangan pesawat penyemai hujan.

Sebagai solusinya, pemerintah melalui BNPB dan BMKG bergerak taktis dengan mengalihkan pangkalan penerbangan operasi ke Semarang, Jawa Tengah. Langkah darurat ini diambil demi memicu hujan yang diharapkan mampu meluruhkan polusi abu vulkanik sekaligus memadamkan sisa-sisa titik api yang mengancam. Atensi besar dari Presiden dan kolaborasi cepat antarlembaga ini menjadi kunci krusial agar proyek strategis IKN dan keselamatan lingkungan sekitarnya tetap terjaga dari kepungan bencana.

sumber bacaan: tempocnn-indonesiadetik

Monday, September 7, 2026

Setrum PLN di Ujung Karhutla Kaltim

 

bpb
sinergi pln dan bpbd kaltim

Berbekal koordinat satelit real-time dan jabat tangan taktis lintas sektor, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim mencoba membalikkan keadaan di tengah kepungan 14.795 titik panas. Di bawah payung hukum Status Siaga Bencana Hidrometeorologi, sebuah strategi mitigasi radikal dideklarasikan: menyeret otoritas kelistrikan ke tingkat tapak untuk mengunci ruang gerak api. Ini adalah riwayat tentang siasat digital dan barikade berlapis demi melindungi aset vital ketenagalistrikan yang kian kritis di ujung musim meranggas.

Asap pekat kembali mengepung langit Bumi Etam. Ketika puncak kemarau menjerang Kalimantan Timur, alarm bahaya di posko Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kaltim tak henti-hentinya berdering. Laporan berkala Pusdalops sepanjang periode 1 hingga 26 Agustus 2026 menangkap potret yang mencemaskan: 14.795 titik panas (hotspot) menyala di sekujur provinsi. Kluster merah paling membara mengepung Kabupaten Berau dengan 6.004 titik, disusul Kutai Timur (3.003 titik), dan Kutai Kartanegara (2.426 titik). Bencana hidrometeorologi ini bukan lagi sekadar ancaman tahunan, melainkan ujian saban hari bagi kesigapan birokrasi di daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Merespons kegentingan tersebut, pemerintah provinsi bergerak cepat mematok payung hukum mitigasi. Status Siaga Bencana Hidrometeorologi resmi diterbitkan pada tanggal 31 Agustus 2026 dan berlaku dari tanggal 31 Agustus 2026 hingga tanggal 30 November 2026 melalui ketetapan siaga darurat karhutla yang spesifik. Melalui regulasi ini, kesiapsiagaan menghadapi kekeringan dan karhutla memiliki landasan taktis yang kuat untuk mengawal daerah sepanjang musim fluktuatif.

Di bawah komando BPBD Kaltim mencoba membalikkan keadaan dengan mengubah langgam kerja. Alih-alih sekadar menjadi pemadam kebakaran konvensional yang baru sibuk saat api telanjur melumat hutan, lembaga ini mulai menggeser bandul strategi ke arah mitigasi berbasis digital. Layar-layar monitor di ruang kendali mereka kini memelototi pergerakan hawa panas secara real-time 24 jam penuh, memadukan pasokan data dari platform LAPAN Fire Hotspot, aplikasi SIPONGI milik Kementerian Kehutanan, hingga citra satelit BMKG. Walhasil, 820 titik api berkadar kepercayaan tinggi—yang terdeteksi hingga akhir Agustus kemarin—bisa langsung dikunci koordinatnya oleh tim gabungan.

Namun, perang melawan karhutla memasuki awal September 2026 menuntut kalkulasi yang lebih rumit. Api tak hanya mengintai tegakan pohon, tetapi juga mulai merayap mendekati kabel-kabel tegangan tinggi dan gardu transmisi listrik yang menjadi urat nadi wilayah tersebut. Menyadari risiko padamnya sistem energi—yang bisa melumpuhkan aktivitas publik hingga proyek strategis nasional di IKN—BPBD mengambil langkah tak biasa pada Sabtu, 5 September 2026. Mereka resmi menguatkan sinergi lintas sektor bersama PT PLN (Persero) Wilayah Kaltim. Kolaborasi di tingkat tapak ini difokuskan pada pembersihan lahan secara radikal di bawah jalur distribusi listrik serta penyelarasan rantai komando taktis darurat.

Langkah progresif ini tentu patut dicatat sebagai poin kilau kinerja daerah. Kecepatan merumuskan status siaga bencana dan keberhasilan merangkut instansi lain menunjukkan adanya kemauan politik yang kuat untuk tidak membiarkan Kaltim lumpuh.

Meski begitu, di atas tanah yang meranggas, cerita belum sepenuhnya berujung manis. Ketersediaan sarana logistik di lapangan masih terus diuji. Menyusutnya debit air di jalur sungai akibat kemarau panjang hingga awal September ini menjadi ironi tersendiri: di saat pasokan air untuk memadamkan api sangat mendesak, alam justru sedang membatasi diri.

Pada akhirnya, ikhtiar digital dan jabat tangan kelembagaan yang digalang BPBD Kaltim per September 2026 ini barulah babak awal dari mitigasi jangka panjang. Ujian sesungguhnya adalah bagaimana konsistensi taktis ini mampu bertahan menghadapi anomali cuaca yang kian ekstrem, sekaligus memastikan bahwa bara di tapak hulu tidak sampai menjalar dan menghanguskan masa depan IKN yang sedang tumbuh.

bahan bacaan: antarakaltimprov

Thursday, September 3, 2026

Taruhan Jumbo Gratispol

 

pol
program unggulan

Pemprov Kaltim ngotot mempertahankan program jaminan pendidikan gratis di tengah menyusutnya ruang fiskal 2027.

Di Kantor Gubernur Kalimantan Timur di Samarinda, sebuah seremonial kecil berlangsung pada Selasa pekan lalu. Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud, menyerahkan paket seragam putih-abu-abu, lengkap dengan topi, jilbab, tas, dan sepatu baru kepada sejumlah siswa kelas X SMA Negeri 10 Samarinda.

"Terima kasih ya, Pak Kadis, Ibu Kepala Sekolah. Sudah selesai. Semoga semuanya sukses. Terus belajar ya," kata Rudy sembari menyalami para siswa.

Aksi bagi-bagi seragam ini bukan sekadar seremoni musiman. Ini adalah penanda dimulainya distribusi puluhan ribu paket perlengkapan sekolah gratis di bawah payung Gratispol Pendidikan—program jagoan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk memikat hati sekaligus meringankan beban warganya.

Ongkos Mahal "Kaltim Emas"
Untuk tahun ajaran ini saja, Pemprov Kaltim harus merogoh kocek hingga Rp65 miIiar demi membagikan paket seragam cuma-cuma kepada siswa baru di 576 sekOlah. Saban paket diestimasi menelan biaya Rp1 juta.

Namun, seragam gratis hanyalah serpihan kecil dari megaproyek ini. Secara keseluruhan, total pagu anggaran Gratispol Pendidikan diperkirakan menembus angka Rp1,4 triIiun hingga Rp2 triIiun. Duit jumbo ini dialokasikan untuk menyokong biaya pendidikan dasar hingga menjamin keberlanjutan beasiswa pelajar dan mahasiswa di seantero Bumi Etam.

Di tingkat pendidikan tinggi, program ini mulai unjuk gigi. Hingga semester ganjil 2026, tak kurang dari 105 ribu mahasiswa di Kaltim telah mencicipi manfaatnya. Target utamanya jelas: memotong rantai putus kuliah akibat impitan ekonomi.

"Gratispol Pendidikan merupakan investasi kita untuk masa depan Kaltim. Pemerintah hadir agar anak-anak Kaltim memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan tinggi tanpa terkendala biaya," ujar Rudy Mas’ud kepada wartawan.

Pagu Anggaran Gratispol: Rp1,4 Triliun – Rp2 Triliun
Anggaran Seragam Gratis: Rp65 Miliar (576 Sekolah)
Penerima Manfaat Kuliah: 105 Ribu Mahasiswa (Hingga Semester Ganjil 2026)

Siasat Bertahan di Tengah Seretnya Anggaran
Pertanyaannya: sampai kapan kebijakan populis ini bisa bertahan?

Awan mendung membayangi ruang fiskal Kalimantan Timur pada 2027. Anggaran daerah diproyeksikan menyusut dan mengetat di angka Rp12,1 triIiun. Kondisi ini memaksa pemerintah daerah memutar otak dan lebih selektif menyaring program prioritas.

Meski ikat pinggang harus dikencangkan, Pemprov Kaltim menjamin program pemanja pemilih ini tidak akan digilas efisiensi. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim, Muhaimin, memastikan Gratispol dan beasiswa pendidikan tetap aman dalam daftar belanja daerah.

“Karena anggarannya Rp12,1 triliun, tentu program-program yang sudah berjalan tetap dilanjutkan, termasuk Gratispol,” kata Muhaimin. Menurut dia, porsi anggaran untuk beasiswa masih berjalan sesuai dengan cetak biru perencanaan yang telah ditetapkan.

Bagi Pemprov Kaltim, di tengah menyusutnya pundi-pundi daerah, Gratispol tampaknya telah menjadi harga mati yang tak bisa ditawar lagi.


sumber bacaan: antaraakurasilentera-kalimantan

Wednesday, September 2, 2026

Bupati PPU Diwacanakan Pimpin IKN, Pengamat: Harus Revisi UU

 

bup
bupati ppu

Wacana Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, untuk merangkap jabatan sebagai Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) secara ex officio mulai mengemuka. Gagasan yang pertama kali dilontarkan oleh Sekretaris DPD Partai Golkar Kaltim, Muhammad Husni Fahruddin, ini bertujuan untuk mencegah ketimpangan tata kelola di kawasan Nusantara.

Pengamat politik dari Universitas Mulawarman (Unmul), Saipul Bachtiar, menilai usulan tersebut secara geografis sangat logis karena sebagian besar wilayah IKN berada di dalam area administratif PPU. Namun, ia menekankan adanya ganjalan regulasi yang besar.

"Ke depan, kalau ada wacana Bupati PPU secara ex officio merangkap sebagai Kepala Otorita IKN, menurut saya memungkinkan. Tetapi kita harus melakukan revisi undang-undang, baik Undang-Undang Pemerintahan Daerah maupun Undang-Undang IKN," ujar Saipul, Selasa (1/9).

Harmonisasi hukum ini dinilai vital karena kedua posisi tersebut lahir dari rezim hukum dan tingkatan jabatan yang berbeda. Jabatan Bupati PPU bersandar pada UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, sedangkan Kepala Otorita IKN berpatokan pada UU Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara.

"Lahirnya dua pimpinan tersebut berasal dari dua undang-undang yang berbeda. Levelnya pun berbeda; Kepala Otorita IKN setara dengan menteri, sementara bupati mengurusi pemerintahan daerah. Jadi, penyatuan jabatan tidak bisa hanya lewat kebijakan administratif," terangnya.

Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unmul tersebut menambahkan bahwa model rangkap jabatan ini memiliki batas waktu. “Kalau IKN sudah resmi menjadi ibu kota negara secara penuh, hal itu tidak bisa lagi diterapkan. Harus ada bentuk tata kelola yang lebih spesifik dan khusus, seperti model DKI Jakarta,” imbuhnya.

Jika status otorita tetap dipertahankan, Saipul memetakan dua pilihan model kelembagaan strategis ke depan:Model Otorita Menteri: Kepala Otorita IKN tetap berkedudukan setingkat menteri dan dipilih melalui penunjukan langsung oleh Presiden.Model Daerah Khusus: Nusantara diubah menjadi daerah khusus ibu kota dengan kepala daerah yang berkedudukan setingkat gubernur.

sumber bacaan: ekspos-kaltimkaltim-post

Tuesday, September 1, 2026

Kabut Asap Karhutla Mulai Ancam IKN

 

ikn
peta pemantauan

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mengancam kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur. Dalam beberapa hari terakhir, tim gabungan berjibaku memadamkan api yang melahap lebih dari 200 hektar lahan di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto. Dampaknya, kualitas udara di sebagian wilayah delineasi IKN merosot hingga ke tingkat tidak sehat.

Berdasarkan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) pada Senin (31/8/2026) pukul 12.00 WITA, wilayah Wonotirto di Kecamatan Samboja—yang masuk dalam kawasan pengembangan IKN—mencatat angka 162. Angka tersebut menunjukkan konsentrasi polutan yang berpotensi memicu gangguan kesehatan masyarakat, terutama sistem pernapasan.

Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna Safitri, membenarkan penurunan kualitas udara tersebut. Menurut dia, fluktuasi data didapat dari sensor pemantauan udara yang terpasang di lapangan.

"Data tersebut bersumber dari perangkat sensor yang kami pasang di kawasan IKN dan sudah terintegrasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Sebagai langkah antisipasi dampak kesehatan, kami sudah mengimbau masyarakat untuk kembali menggunakan masker," kata Myrna saat dihubungi, Senin.

Akses yang Sulit
Di sisi lain, upaya penjinakan api di lapangan menghadapi tantangan berat. Titik kebakaran utama terdeteksi sejak Sabtu (29/8/2026) di area Bukit Tengkorak, RT 001 Desa Sukomulyo, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Area ini berada di dalam kawasan Tahura Bukit Soeharto yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Kutai Kartanegara.

Kapolresta Kawasan IKN Kombes Supriyanto, melalui Kasi Humas Ipda Jumansyah, menjelaskan bahwa vegetasi yang terbakar didominasi oleh semak belukar yang mengering akibat musim kemarau. Api juga sempat merembet ke area produktif warga.

"Lahan yang terbakar meliputi hutan komunal yang kosong serta sebagian perkebunan kelapa sawit dan pinang milik masyarakat setempat," ujar Jumansyah.

Hingga Senin sore, personel Polresta Kawasan IKN bersama tim gabungan dari Manggala Agni, BPBD, dan TNI masih terus melakukan lokalisasi api. Proses pemadaman berjalan lambat karena kendala geografis. Selain tumpukan biomassa kering yang tebal, sebagian besar titik api berada di area pedalaman yang tidak memiliki akses kendaraan, sehingga petugas harus berjalan kaki membawa pompa jinjing (jet shooter) menuju lokasi.


sumber bacaan: rrimedia-indonesia

Monday, August 31, 2026

Dampak Kemarau Samarinda Darurat Air

 

smr
air bendungan susut

Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda, Kalimantan Timur, resmi menetapkan Status Tanggap Darurat Kekeringan selama 14 hari, terhitung sejak 25 Agustus hingga 7 September 2026. Kebijakan ini diambil setelah kemarau panjang akibat fenomena alam memicu krisis air bersih, ancaman gagal panen, serta lonjakan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan bahwa kondisi kekeringan di wilayahnya kini telah melewati fase normal dan waspada.

"Kita di Kota Samarinda khususnya, telah menetapkan situasi darurat kekeringan selama 14 hari. Nanti 14 hari ke depan kita akan evaluasi lagi," ujar Andi Harun usai mengikuti Shalat Istisqa yang digelar Korem 091/Aji Surya Natakesuma (ASN) di Lapangan Makorem 091/ASN, Sabtu (29/8/2026).

Ancaman Intrusi Air Laut dan Operasional PDAM
Menyusul penetapan status tersebut, Andi Harun mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk memperketat penghematan air bersih. Pasalnya, penyusutan debit air Sungai Mahakam kini diikuti oleh fenomena intrusi air laut yang memicu lonjakan kadar klorida (garam). Ketersediaan air baku yang menipis ini mulai mengganggu operasional sejumlah fasilitas penyadapan (intake) air bersih Perumdam Tirta Kencana, terutama di wilayah Palaran, Pulau Atas, Bukuan, dan Bantuas.

Selain penurunan kuantitas, faktor kualitas air menjadi perhatian paling krusial karena berkaitan langsung dengan kelayakan konsumsi publik.

"Kalau kadar klorida sudah melewati batas 250 ppm, operasional intake harus dihentikan. Ini aturan baku yang menyangkut standar kesehatan air bersih bagi masyarakat," jelas Andi Harun.

Irigasi Tetes: Solusi Hemat Air untuk Ketahanan Pangan
Di sektor domestik dan pangan, ancaman gagal panen akibat mengeringnya sumber air baku memicu respons dari kalangan akademisi. Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman (Unmul), Prof. Bernatal Saragih, mendorong para petani lokal untuk segera beralih menerapkan teknologi irigasi tetes.

Menurut Bernatal, aktivitas produksi pertanian Kaltim sama sekali tidak boleh mandek di tengah kemarau panjang. Kuncinya terletak pada modernisasi metode pengairan yang hemat air namun tepat sasaran.

“Pangan itu pada dasarnya tidak perlu terlalu boros air, yang penting pasokannya kontinu tersedia. Salah satu teknologi yang paling murah, sederhana, dan efisien untuk diterapkan di Kaltim saat ini adalah irigasi tetes,” urai Prof. Bernatal, Senin (24/8/2026).

Penerapan teknologi adaptif ini diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan pangan daerah, tanpa harus menguras cadangan sumber daya air permukaan yang kian kritis di hulu maupun hilir Sungai Mahakam.

sumber bacaan: antaradetikkoran-kaltim