Saturday, August 29, 2026

Lewat "Merayakan Cerita", Kalimantan Timur Targetkan Jadi Pusat Sinema Baru di Indonesia

 

kal
film akhir pekan

Kalimantan Timur menyimpan kekayaan cerita, keragaman budaya, isu lingkungan, hingga dinamika masyarakat yang belum seluruhnya terangkat ke layar lebar. Tantangan perfilman daerah saat ini bukan lagi sekadar mencari ide cerita, melainkan membangun ekosistem hulu-ke-hilir yang mampu menghubungkan talenta, komunitas, industri, pemerintah, hingga penonton secara berkelanjutan.

Menjawab tantangan tersebut, Dinas Pariwisata (Dispar) Kalimantan Timur resmi membuka Festival Film Akhir Pekan 2026 di Temindung Creative Hub (eks Bandara Temindung), Samarinda. Rangkaian festival yang berlangsung pada 26–29 Agustus 2026 ini mengusung tema "Merayakan Cerita, Menghubungkan Sinema". Event ini sekaligus menjadi puncak perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di sektor ekonomi kreatif Benua Etam.

Kepala Dispar Kaltim, Muhammad Faisal, menegaskan bahwa festival tahun ini dirancang sebagai ruang kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat identitas sinema daerah. Menurutnya, film memiliki kekuatan besar yang melampaui fungsi hiburan konvensional.

"Film bukan sekadar karya yang selesai diproduksi lalu ditayangkan. Film adalah cerita tentang manusia, tentang daerah, pengalaman, identitas, dan tentang cara kita melihat kehidupan," ujar Faisal saat membuka acara secara resmi.

Strategi Penguatan Ekosistem dari Hulu ke Hilir
Untuk memastikan dampak konkret bagi sineas lokal, Dispar Kaltim tidak hanya menggelar malam penghargaan, melainkan merangkai festival ini dengan tiga agenda strategis:
  1. Workshop Pengembangan Film Pendek (26–27 Agustus): Diikuti oleh 30 peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa, hingga umum. Program hulu ini menghadirkan praktisi handal guna mengasah keterampilan teknis dan memperluas wawasan produksi sineas muda.
  2. Festival & Pemutaran Film (27–29 Agustus): Menjadi ruang apresiasi publik sekaligus etalase karya lokal untuk menjembatani kreator dengan penontonnya.
  3. Pameran & Kompetisi Ekraf multi-subsektor: Pengumuman pemenang Lomba Video Vlog dan Fotografi Ekonomi Kreatif (Ekraf) diadakan paralel guna memperkuat penetrasi promosi digital pariwisata Kaltim.

Melalui integrasi pelatihan, kompetisi, dan ruang pameran di Temindung Creative Hub, festival ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak lahirnya sineas-sineas lokal yang siap membawa narasi otentik Kalimantan Timur ke panggung nasional maupun internasional.

sumber bacaan: antaraini-balikpapankaltim-prov

Friday, August 28, 2026

Asap Karhutla Ganggu Penerbangan Balikpapan

 

kar
ganggu operasional bandara balikpapan

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Timur mulai berdampak pada sektor transportasi udara. Sejumlah jadwal penerbangan langsung dari Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan, menuju Banjarmasin dan Pontianak mengalami keterlambatan operasional hingga tiga jam dalam tiga hari terakhir.

Keterlambatan ini dipicu oleh pekatnya sebaran kabut asap yang memperpendek jarak pandang (visibility) di bandara tujuan, terutama pada jadwal penerbangan pagi hari. Kendati demikian, otoritas bandara memastikan bahwa jarak pandang di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan sendiri saat ini masih memenuhi batas minimum aman untuk aktivitas lepas landas maupun pendaratan.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyatakan bahwa kualitas udara di wilayah perkotaan masih berada dalam kategori aman. Berdasarkan stasiun pemantauan, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Balikpapan berada di angka 79 dengan polutan dominan berupa partikel halus PM2.5.

"Kondisi kualitas udara kita masih masuk kategori sedang dan dapat diterima untuk kesehatan. Belum berada pada tahapan yang mengharuskan masyarakat mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah," ujar Kepala DLH Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, Kamis (27/8/2026).

Meski demikian, DLH tetap mengintensifkan pengawasan mengingat potensi pergeseran arah angin yang dapat membawa kabut asap karhutla dari daerah lain masuk ke pusat kota Balikpapan.

Guna menekan perluasan dampak, aparat penegak hukum dan komando kewilayahan bergerak cepat melakukan mitigasi di lapangan. Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol. Endar Priantoro bersama Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono meninjau langsung proses pemadaman titik api di kawasan Jalan Prona 3, Kelurahan Balikpapan Selatan, pada Kamis (27/8/2026).

Operasi pemadaman tersebut melibatkan personel gabungan dari TNI, Polri, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), dan Basarnas guna melakukan lokalisasi api agar tidak merembet ke kawasan permukiman. Berdasarkan data pemantauan hingga Kamis sore, otoritas terkait mencatat terdapat 164 titik panas (hotspot) di wilayah Kalimantan Timur dengan total akumulasi luasan lahan terbakar mencapai kisaran 76 hektare.


sumber bacaan: kompas-tvmedia-kaltimtribrata-news

Thursday, August 27, 2026

Insentif Pajak Belum Cukup Merayu?

 

ray
merayu investor

Pemerintah RI mengoptimalkan insentif fiskal, seperti pembebasan PPN/PPh hingga 30 tahun dan super tax deduction, untuk menarik investor ke Ibu Kota Nusantara (IKN). Namun, stimulus tersebut dinilai belum cukup merayu investor, terutama di sektor properti, yang masih menimbang risiko lapangan.

Bambang Ekajaya, Wakil Ketua Umum REI dalam keterangannya pada Senin (24/8/2026), menegaskan keringanan pajak hanyalah "pemanis" dan bukan faktor penentu utama investasi. Menurut analisis REI, terdapat empat risiko utama:

  • Populasi: Perlunya basis penghuni nyata, bukan sekadar aparatur pemerintah.
  • Kepastian Hukum: Kejelasan aturan pertanahan.
  • Komitmen Politik: Konsistensi transisi pusat pemerintahan.
  • Infrastruktur: Ekosistem penunjang yang memadai.

Sorotan Hukum dan Komitmen Otorita IKN
Kekhawatiran pelaku usaha mengenai aspek legalitas pertanahan di IKN sebenarnya bukan barang baru. Jauh sebelumnya, pada 24 Juli 2025, Analis Politik UNJ, Ubedilah Badrun, menyoroti kekhawatiran investor terkait jaminan hukum, terutama pasca Putusan MK Nomor 185/PUU-XXII/2024 yang membatalkan pemberian hak atas tanah langsung dua siklus.

Menanggapi hal ini, Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono yang di published pada 27 September 2025, menegaskan bahwa Perpres Nomor 79 Tahun 2025 (yang mempertegas bahwa Presiden Prabowo Subianto berkomitmen menjadikan IKN sebagai "Ibu Kota Politik" pada tahun 2028) menjadi landasan hukum kuat yang menjamin keberlanjutan investasi di bawah Presiden Prabowo. Basuki menjamin putusan MK hanya menata ulang mekanisme pertanahan, bukan mencabut hak investor.

sumber bacaan: kompas-reiCNN-Indonesiakompas-tanahikn

Wednesday, August 26, 2026

Siaga El Nino! Tim Gabungan Kaltim Patroli Titik Api demi Selamatkan 8 Juta Hektare Hutan

 

hut
patroli karhutla

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) memperketat pengawasan dan mempercepat respons penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) guna melindungi wilayah penyangga serta kawasan inti Ibu Kota Nusantara (IKN). Langkah taktis ini diambil menyusul instruksi langsung Presiden RI Prabowo Subianto yang memberi perhatian penuh terhadap antisipasi dampak kekeringan akibat fenomena El Nino di Pulau Kalimantan.

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menegaskan, penugasan jajaran tinggi TNI dan Polri oleh Presiden ke setiap provinsi menjadi dorongan kuat bagi daerah untuk memperketat pencegahan di lapangan. Sebagai bentuk keseriusan, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita bersama Komandan Korps Brimob Polri Komjen Pol. Ramdani Hidayat meninjau langsung situasi di lapangan.

Keduanya memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Karhutla di Base Ops Lanud Balikpapan, Sabtu (22/8/2026). Pertemuan strategis tersebut dihadiri oleh jajaran Forkopimda dan instansi teknis, termasuk Otorita IKN, Kodam VI/Mulawarman, Polda Kaltim, BPBD, Basarnas, serta BMKG Balikpapan.

Sinergi Lintas Sektor Amankan 8 Juta Hektare Hutan
Di lini depan pencegahan, Dinas Kehutanan (Dishut) Kaltim memperkuat sinergi dengan TNI, Polri, dan Penegakan Hukum (Gakkum) Kehutanan untuk mengintensifkan patroli. Fokus utama patroli gabungan ini adalah memantau titik rawan kebakaran sekaligus menindak aktivitas ilegal di dalam kawasan hutan.

"Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menjaga kelestarian sekira delapan juta hektare kawasan hutan di Kaltim," ujar Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kehutanan Kaltim, Rusmadi, di Samarinda.

Rusmadi memaparkan bahwa luasnya kawasan hutan yang harus diawasi tidak sebanding dengan jumlah personel Polisi Kehutanan (Polhut) di Kaltim yang saat ini hanya berjumlah 94 orang. Oleh karena itu, pelibatan aktif pemerintah kabupaten/kota, aparat penegak hukum, dan masyarakat mutlak diperlukan untuk menutup keterbatasan personel tersebut.

Antisipasi Puluhan Titik Panas
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim terus memperkuat respons cepat tim gabungan di lapangan guna meredam potensi penumpukan material kering yang mudah terbakar. Berdasarkan data pemantauan cuaca, sempat terdeteksi sebanyak 24 titik panas (hotspot) yang tersebar di sejumlah kabupaten pada 21 Agustus 2026.

Kepala Pelaksana BPBD Kaltim, Buyung Dodi Gunawan, memastikan seluruh tim siaga darurat di daerah telah dikerahkan ke titik-titik koordinat tersebut untuk melakukan pengecekan lapangan (groundchecking) dan pemadaman dini sebelum api meluas ke area yang lebih masif.

sumber bacaan: kaltimprovantaraborneo-flash

Tuesday, August 25, 2026

UGM dan Uniba Kolaborasi Riset IKN

 

uni
kerjasama dua universitas

Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Balikpapan (Uniba) resmi memperpanjang nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Penandatanganan kerja sama berdurasi lima tahun ke depan ini berlangsung pada Kamis, 21 Agustus 2026, di Gedung Pusat UGM, Yogyakarta. Kolaborasi strategis ini difokuskan pada penguatan kapasitas perguruan tinggi lokal serta pengembangan riset inovatif yang relevan dengan kebutuhan pembangunan di Kalimantan Timur dan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D., menegaskan bahwa kemitraan ini merupakan wujud misi UGM untuk terlibat aktif dalam pemberdayaan ekosistem pendidikan di Kalimantan. Beliau menekankan pentingnya sinergi antar-kampus dalam mengawal pembangunan nasional. “Kami di UGM tidak bisa berjalan sendiri dan sangat membutuhkan mitra strategis. Misi kolaborasi ini adalah untuk saling memperkuat, melakukan pembinaan, dan memberdayakan potensi lokal secara bersama-sama,” ujar Prof. Ova.

Fokus Riset Lingkungan dan Forest City
Ke depan, kedua universitas sepakat memprioritaskan riset yang berangkat dari tantangan nyata di daerah, atau bersifat locally needed. Salah satu agenda utama yang dinilai mendesak adalah penelitian terkait mitigasi perubahan iklim (climate change) guna mendukung visi IKN sebagai kota hutan berkelanjutan (forest city).

Akselerasi Kapasitas Perguruan Tinggi Daerah
Rektor Uniba, Dr. Ir. Isradi Zainal, memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen UGM. Menurutnya, keterlibatan aktif institusi pendidikan lokal sangat krusial agar transfer keahlian dan pengetahuan (knowledge sharing) dari pusat dapat langsung memperkuat kapasitas akademik di daerah.

"Kolaborasi ini memberikan ruang besar bagi perguruan tinggi di daerah untuk mendapatkan pendampingan sekaligus berkembang bersama. Kami berharap UGM dapat terus membimbing kampus-kampus di luar Jawa agar mampu meningkatkan kontribusi nyata dalam berbagai proyek strategis daerah," pungkas Isradi.


sumber bacaan: ugmvivakaltimkita

Monday, August 24, 2026

OIKN Siaga Karhutla El Nino

 

hut
kaltim dan ikn bersiaga el nino

Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) bersama Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) memperketat kesiagaan terhadap ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) melalui operasi pemadaman darat. Langkah intensif ini diambil menyusul adanya temuan rata-rata 400 titik panas (hotspot) yang tersebar di wilayah Kaltim setiap harinya akibat fenomena iklim El Nino yang memicu kemarau ekstrem.

OIKN mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari segala aktivitas pemicu api di ruang terbuka. Warga diimbau tidak melakukan pembakaran lahan, membakar sampah, meninggalkan sisa api yang belum padam, serta membuang puntung rokok sembarangan karena kondisi vegetasi yang kering sangat mudah tersulut.

"Jika melihat titik api atau asap di Kawasan IKN, segera lapor melalui aplikasi IKNOW menggunakan fitur Panic Button," tulis OIKN melalui akun Instagram resminya @otorita_ikn, Minggu (23/8/2026).

Protokol Pelaporan Titik Api di Kawasan IKNBagi masyarakat yang menemukan indikasi kebakaran atau kepulan asap di wilayah IKN, berikut adalah alur pelaporan resmi yang terintegrasi:
  1. Laporan Digital: Gunakan fitur Panic Button pada aplikasi IKNOW.
  2. Monitoring Terpusat: Laporan yang masuk akan langsung dipantau dan ditindaklanjuti oleh Nusantara Command Center (NCC).
  3. Eksekusi Lapangan: Tim Brigade Api akan segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pengecekan darat (groundchecking) serta validasi kejadian.

Selain melalui aplikasi IKNOW, masyarakat juga dapat menghubungi saluran darurat alternatif melalui Emergency Call 112 atau saluran siaga (help desk) OIKN di nomor 0813-3028-7607 untuk penanganan cepat.


sumber bacaan: antarabisnisdetik

Saturday, August 22, 2026

Munafiknya Protes Asap Negara Tetangga

 

tet
perkebunan sawit

Setiap tahun, langit Kalimantan, Malaysia, dan Singapura berubah jadi abu-beda kelam. Di balik batuk massal warga, ada drama regional yang pelik.

Bayangkan jadi warga Kalimantan. Saban tahun mereka "tercekik" asap pekat demi roda ekonomi yang cuannya kerap terbang ke Jakarta atau luar negeri. Anak-anak terkurung di rumah, sekolah daring lagi. Di seberang selat, warga Malaysia dan Singapura ikutan ngamuk. Ratusan sekolah tutup, penerbangan kacau, dan masker kembali laris manis. Mereka merasa jadi korban akibat tetangga yang gagal jaga halaman rumahnya.

Dulu, kritik Singapura dan Malaysia sangat pedas. Mereka kirim nota protes resmi sampai bikin UU Polusi Asap Lintas Batas. Lucunya, ketegangan ini sering dibalas pejabat kita dengan jurus defensif: "Nikmati oksigen gratis 11 bulan, jangan protes asapnya cuma sebulan!" Netizen tetangga pun meradang, membalas dengan tagar satir di media sosial.

Tapi, benarkah mereka cuma korban? Di sinilah plot twist-nya.

DPR RI sempat menyentil: "Malaysia dan Singapura punya sawit di sini, jangan asal protes!" Sentilan ini membongkar kemunafikan yang nyata. Selama puluhan tahun, negara tetangga nyaman menikmati paru-paru hijau Kalimantan. Lebih dari itu, banyak modal raksasa di balik perkebunan sawit yang terbakar itu sebenarnya milik konglomerat yang mangkal di bursa efek Kuala Lumpur dan Singapura. Demi hemat biaya, metode tebas-bakar (slash-and-burn) yang murah pun dilakukan di lapangan. Jadi, saat untung mereka nikmati, tapi saat berasap, Indonesia yang digebuk.

Urusan jerebu ini adalah lingkaran setan kapitalisme. Indonesia jelas bersalah karena penegakan hukum dan pengawasan izin konsesinya masih lemah. Namun, Malaysia dan Singapura juga tidak bisa cuci tangan dan pura-pura jadi korban suci. Mereka adalah penikmat gurihnya bisnis sawit di Kalimantan.

Solusinya bukan saling tuding saat batuk-batuk, melainkan buka-bukaan peta lahan dan patungan duit untuk rawat gambut. Jangan cuma kirim masker saat asap sudah sampai ke teras rumah sendiri.

sumber bacaan: bbcdetikinvestor