![]() |
| tanam pohon di lahan bekas karhutla |
Transformasi besar Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak sekadar menjadi menara gading bagi masyarakat lokal. Generasi muda Kalimantan Timur kini bergerak serentak membuktikan bahwa mereka bukan penonton di tanah sendiri. Melalui aksi nyata penanaman 1.000 pohon endemik di kawasan hutan lindung hingga penguatan karakter kepemudaan di wilayah penyangga, pemuda Kaltim mulai menancapkan taringnya sebagai pilar penting dan pemain inti dalam menyongsong masa depan peradaban baru Nusantara.
Komitmen hijau ini dibuktikan langsung oleh komunitas pemuda lokal yang tergabung dalam gerakan Borneo Kind. Bersama Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), ratusan relawan pemuda turun ke lapangan untuk menghijaukan kembali area seluas dua hektare lahan bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Hutan Rakyat (Tahura) Bukit Soeharto pada Sabtu (31/10/2026).
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif swadaya tersebut. Menurutnya, keterlibatan aktif generasi muda adalah kunci utama untuk mewujudkan pilar Kota Hutan (Forest City) di IKN. Basuki juga berharap agar aksi kepedulian lingkungan seperti ini tidak berhenti sampai di sini, melainkan bertransformasi menjadi sebuah gaya hidup keberlanjutan yang diadopsi oleh seluruh lapisan masyarakat di Kalimantan Timur.
Tidak hanya berkontribusi pada pemulihan ekosistem alam, tantangan besar berikutnya bagi pemuda lokal adalah kesiapan dalam menghadapi arus masif pembangunan fisik dan ekonomi. Menanggapi hal tersebut, Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) bagi generasi muda, khususnya di Kecamatan Sepaku yang menjadi wilayah inti IKN.
Saat menutup rangkaian Pekan Olahraga Karang Taruna (Pokar) 2026 Kecamatan Sepaku di Desa Bumi Harapan, Jumat (30/10/2026) malam, Mudyat mengingatkan agar pemuda daerah bersiap mengambil peran strategis. Ia menegaskan bahwa wadah kepemudaan harus aktif membangun karakter dan mengasah keterampilan. Tujuannya jelas, agar ruang-ruang peluang di IKN dapat diisi dan dipimpin oleh anak-anak muda lokal, sekaligus memangkas sekat kesenjangan antara pembangunan pusat pemerintahan baru dengan masyarakat setempat.
sumber bacaan: antara, rri
Komitmen hijau ini dibuktikan langsung oleh komunitas pemuda lokal yang tergabung dalam gerakan Borneo Kind. Bersama Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), ratusan relawan pemuda turun ke lapangan untuk menghijaukan kembali area seluas dua hektare lahan bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Hutan Rakyat (Tahura) Bukit Soeharto pada Sabtu (31/10/2026).
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif swadaya tersebut. Menurutnya, keterlibatan aktif generasi muda adalah kunci utama untuk mewujudkan pilar Kota Hutan (Forest City) di IKN. Basuki juga berharap agar aksi kepedulian lingkungan seperti ini tidak berhenti sampai di sini, melainkan bertransformasi menjadi sebuah gaya hidup keberlanjutan yang diadopsi oleh seluruh lapisan masyarakat di Kalimantan Timur.
Tidak hanya berkontribusi pada pemulihan ekosistem alam, tantangan besar berikutnya bagi pemuda lokal adalah kesiapan dalam menghadapi arus masif pembangunan fisik dan ekonomi. Menanggapi hal tersebut, Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) bagi generasi muda, khususnya di Kecamatan Sepaku yang menjadi wilayah inti IKN.
Saat menutup rangkaian Pekan Olahraga Karang Taruna (Pokar) 2026 Kecamatan Sepaku di Desa Bumi Harapan, Jumat (30/10/2026) malam, Mudyat mengingatkan agar pemuda daerah bersiap mengambil peran strategis. Ia menegaskan bahwa wadah kepemudaan harus aktif membangun karakter dan mengasah keterampilan. Tujuannya jelas, agar ruang-ruang peluang di IKN dapat diisi dan dipimpin oleh anak-anak muda lokal, sekaligus memangkas sekat kesenjangan antara pembangunan pusat pemerintahan baru dengan masyarakat setempat.
sumber bacaan: antara, rri












